Istri Wali Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa yang juga ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Ajakan ini disampaikan menyusul masih kurangnya stok darah dari kebutuhan ideal setiap bulan.
Dewi mengungkapkan saat ini pihaknya baru mampu mengumpulkan sekitar 5.000 kantong darah per bulan. Sementara kebutuhan di wilayah tersebut mencapai 7.000 kantong.
"Masih ada kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan. Ini menjadi tantangan nyata bagi kami," katanya kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dewi, PMI terus berupaya meningkatkan capaian tersebut melalui berbagai strategi. Salah satunya dengan metode jemput bola ke lokasi-lokasi keramaian agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan donor darah.
"Selain itu, kerja sama dengan instansi pemerintah, perusahaan swasta, hingga komunitas juga diperkuat guna memperluas jangkauan pendonor," ungkapnya.
Dia juga terus mengedukasi masyarakat bahwa donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan pendonor.
"Harapannya, masyarakat tidak lagi menunggu kondisi darurat untuk donor darah, tapi menjadikannya sebagai kebiasaan," katanya.
Di sisi lain, PMI tengah menyiapkan sistem donor darah terintegrasi berbasis digital. Inovasi ini akan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi terkait kebutuhan dan layanan donor darah.
Meski terus melakukan pengembangan, aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama. PMI Palembang memastikan setiap proses pengolahan darah mengikuti standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan POM.
"Kami menjaga kualitas mulai dari tahap screening hingga distribusi agar darah yang diterima aman," tegas Dewi.
Ia juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
"Anak muda punya peran penting sebagai penggerak kepedulian sosial di lingkungan sekitar," tambahnya.
Dewa menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan secara profesional. "Setiap tetes darah adalah harapan bagi kehidupan orang lain," tutupnya.
(dai/dai)
