Susu UHT Langka dan Mahal, Pemilik Coffee Shop di Palembang Putar Otak

Sumatera Selatan

Susu UHT Langka dan Mahal, Pemilik Coffee Shop di Palembang Putar Otak

Nadiya - detikSumbagsel
Kamis, 09 Apr 2026 08:31 WIB
Menu kopi berbahan susu UHT dari salah satu pemilik UMKM di Palembang
Foto: Menu kopi berbahan susu UHT dari salah satu pemilik UMKM di Palembang (Nadiya)
Palembang -

Kelangkaan susu Ultra High Temperature (UHT) mulai memicu kekhawatiran bagi pelaku usaha minuman di Kota Palembang. Selain stok yang sulit didapat, harga susu di pasaran melonjak tajam hingga menembus Rp 25 ribu per liter.

Pantauan detikSumbagsel di beberapa gerai minuman, Selasa (7/4/2026), menunjukkan kenaikan harga susu terjadi cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Harga normal yang sebelumnya berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu kini naik menjadi Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu per liter.

Salah satu pengelola Coffee Shop di Palembang, Wahyu menyebut meski stok di gudang masih tersedia, pihak produsen sudah mulai melakukan pembatasan pengiriman. Kebutuhan susu sebanyak 10 hingga 20 liter per hari kini harus dikelola dengan ekstra ketat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ambil stok langsung dari produsen jadi lebih aman, tapi sekarang dibatasi. Harga juga naik tinggi, sekarang bisa Rp 25 ribu per liter itu pun kalau barangnya ada," ujarnya kepada detikSumbagsel, Selasa (7/4/2026).

Kondisi serupa dirasakan pengelola Cafe Nako Palembang. Kelangkaan ini memaksa pihak manajemen untuk mencari stok tambahan di luar distributor resmi karena kiriman yang masuk tidak mencukupi kebutuhan harian pelanggan kopi susu.

ADVERTISEMENT

"Kebutuhan di Nako cukup tinggi, kalau dari distributor kurang, kami terpaksa cari di ritel atau supermarket meskipun harganya sudah melambung. Kalau tidak ada stok, kualitas rasa minuman kami pasti terganggu," ungkap perwakilan Cafe Nako.

Sementara itu, pengelola gerai Momoyo di kawasan pusat perbelanjaan mengaku terpaksa membatasi penjualan beberapa varian menu non-kopi. Hal ini dilakukan demi menjaga ketersediaan bahan baku utama yang berbasis susu dan es krim.

"Stok di ritel sering kosong, kami terpaksa cari ke beberapa tempat sekaligus. Belum ada kenaikan harga jual ke konsumen karena takut mempengaruhi penjualan, jadi sementara margin keuntungan kami yang berkurang," kata staf Momoyo.

Di sisi lain, Cafe Nugas yang sering menjadi tempat berkumpul mahasiswa juga mulai merasakan dampak kenaikan modal. Kebutuhan susu yang tinggi untuk menu latte membuat biaya operasional membengkak hingga 30 persen dari biasanya.

Para pemilik UMKM ini berharap pemerintah dan distributor segera menstabilkan pasokan susu UHT di Palembang. Tanpa kepastian stok, para pelaku usaha khawatir harus menaikkan harga menu dalam waktu dekat demi menutupi biaya modal yang terus merangkak naik.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads