Kapal Muatan Sawit Dilaporkan Tenggelam di Pesisir Jambi, 3 ABK Hilang

Jambi

Kapal Muatan Sawit Dilaporkan Tenggelam di Pesisir Jambi, 3 ABK Hilang

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Kamis, 09 Apr 2026 15:41 WIB
Personel Basarnas Jambi bersiap melakukan pencarian korban kapal tenggelam
Foto: Personel Basarnas Jambi bersiap melakukan pencarian korban kapal tenggelam (Dok. Basarnas Jambi)
Tanjabtim -

Kapal motor (KM) Berkah Utama II bermuatan 40 ton sawit tenggelam di wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi. Tiga orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang akibat insiden tersebut.

Kapal tersebut tenggelam saat berlayar di Perairan Simbur Naik, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim, pada Kamis (9/4/2026) pagi. Kapal tersebut diketahui sedang menempuh rute dari Desa Air Hitam menuju RAM Muara Sabak.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim dari Unit Sar Tanjabtim, untuk melakukan pencarian. Sebanyak 10 personel bergerak menuju lokasi koordinat 1∘1′29′′S−104∘6′23′′E pada pukul 11.25 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tim diperkirakan menempuh perjalanan selama kurang lebih 4 jam dari pelabuhan sandar RBB 01 Jambi untuk mencapai titik lokasi kejadian," kata Adah, Kamis (9/4/2026).

Adah menyebut menurut laporan personel Polres Tanjabtim, insiden terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Tenggelamnya kapal diduga kuat akibat kapal mengalami kelebihan muatan (overcapacity).

ADVERTISEMENT

"Beban berat dari 40 ton sawit yang dibawa membuat kapal tidak mampu bertahan hingga akhirnya karam," ujarnya.

Akibat insiden itu, tiga orang nak buah kapal (ABK) yang berada di atas kapal dinyatakan hilang dan belum bisa dihubungi. Mereka ialah M. Lawi selaku nakhoda, Umardi (20) dan Fajar (18) selaku ABK. Ketiganya merupakan warga Desa Air Hitam.

Sejumlah unsur SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyisiran, di antaranya, Basarnas (RBB SAR Jambi & Unit Siaga SAR Tanjabtim), Polairud Polda Jambi dan Polres Tanjabtim, PosMat AL Nipah Panjang, dan kelompok asosiasi nelayan.

Cuaca di sekitar lokasi terpantau berawan. Tim SAR juga mengerahkan Drone Thermal untuk memantau suhu panas tubuh dari udara. Hingga saat ini, tim SAR masih berupaya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan ketiga korban yang hilang.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads