Kedalaman Sungai 6 Meter, Pelabuhan Boom Baru Tak Ideal untuk Ekspor-Impor

Sumatera Selatan

Kedalaman Sungai 6 Meter, Pelabuhan Boom Baru Tak Ideal untuk Ekspor-Impor

Ani Safitri - detikSumbagsel
Jumat, 10 Apr 2026 18:40 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Ani Safitri)
Palembang -

Kondisi Pelabuhan Boom Baru di Palembang dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menopang laju pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Pendangkalan Sungai Musi dan keterbatasan lahan menjadi penghambat utama arus ekspor-impor di Bumi Sriwijaya.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengungkapkan bahwa kedalaman alur Sungai Musi saat ini hanya berkisar antara 5 hingga 6 meter. Kondisi ini membuat kapal-kapal bertonase besar tidak bisa bersandar secara maksimal di dermaga.

"Persoalannya adalah jarak Sungai Musi ini hanya tinggal 5 atau 6 meter kedalamannya. Akibatnya, kapal-kapal besar tidak bisa berkembang maksimal (masuk ke pelabuhan)," ujar Deru, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain masalah kedalaman, luas lahan Pelabuhan Boom Baru yang hanya 27 hektare dianggap terlalu sempit untuk aktivitas logistik modern. Keterbatasan ini berdampak langsung pada biaya angkut dan efisiensi perdagangan di Sumsel.

Menurut Deru, hambatan teknis ini sangat berpengaruh pada ekosistem ekonomi digital dan aktivitas ekspor-impor daerah. Sumber daya alam Sumsel yang melimpah tidak bisa langsung terangkat ke pasar internasional secara efisien melalui pintu sendiri.

ADVERTISEMENT

"Ini masalah kedalaman mengganggu digital ekonomi kita, import-export kita. Padahal sumber daya alam kita harusnya bisa terangkat melalui wadah yang memadai," tegasnya.

Kondisi ini pula yang menjadi alasan kuat bagi Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempercepat pembangunan pelabuhan baru yang langsung menghadap ke laut dalam (samudera). Infrastruktur pelabuhan baru dianggap sebagai pemikat utama bagi investor.

"Kawasan ekonomi itu butuh pemikat. Pemikatnya adalah pelabuhan. Tanpa insentif berupa pelabuhan yang memadai, semua akan menjadi sia-sia," tambah Deru.

Pembangunan ini juga diharapkan mampu mengurai permasalahan di darat. Selama ini, aktivitas truk logistik menuju Boom Baru sering memicu kemacetan parah dan angka kecelakaan yang tinggi di jalan-jalan protokol Kota Palembang.

Herman Deru memastikan proyek besar ini merupakan hasil kerja keras kolektif dari para pemimpin terdahulu. Ia pun meminta dukungan dari semua pihak, termasuk Kementerian Perhubungan, agar pelabuhan baru ini segera terealisasi demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Sumsel.

Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads