Nenek 87 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Karet Muara Enim

Sumatera Selatan

Nenek 87 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Kebun Karet Muara Enim

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Sabtu, 25 Apr 2026 14:00 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP penemuan mayat di kebun karet Muara Enim
Polisi saat melakukan olah TKP penemuan mayat di kebun karet Muara Enim (Foto: Istimewa/Polres Muara Enim)
Muara Enim -

Warga Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, digemparkan dengan penemuan jasad nenek 87 tahun tewas membusuk di kebun karet. Saat ini jasad korban sudah dievakuasi

Korban diketahui bernama Palahia, warga Lingkungan 1, Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim. Korban dilaporkan sudah hilang selama 11 hari.

Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang membenarkan adanya penemuan mayat lansia di area kebun karet. Dia mengatakan korban ditemukan tergeletak dengan posisi terlentang di kebun karet setelah sebelumnya dinyatakan hilang sejak beberapa hari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ini dinyatakan hilang hampir dua Minggu kurang. Keluarga sudah mencari kemana - mana namun tidak ketemu. Di hari ke 12 korban ditemukan meninggal dunia," katanya, Jumat (24/4/2026).

Situmorang menjelaskan, sebelumnya korban pergi meninggalkan rumah pada Minggu (13/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB dan tidak kembali.

ADVERTISEMENT

"Pihak keluarga bersama warga melakukan pencarian selama lebih kurang 11 hari hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.

Menurut Situmorang, penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan warga, kemudian diteruskan pihak kepolisian. Petugas Polsek Gelumbang yang menerima informasi tersebut langsung menunju lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP awal, polisi mengamankan barang bukti berupa satu tas selempang berwarna hitam yang diduga milik korban.

"Selanjutnya,korban dievakuasi dan pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga serta mengumpulkan keterangan saksi - saksi di lokasi," jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan telah membuat surat pernyataan resmi.

"Proses penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap secara pasti peristiwa tersebut.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads