Mensos Sebut Penyaluran Bansos di Bandar Lampung Masih Salah Sasaran

Lampung

Mensos Sebut Penyaluran Bansos di Bandar Lampung Masih Salah Sasaran

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Minggu, 26 Apr 2026 08:30 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Foto: Tommy Saputra)
Bandar Lampung -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf sebut penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Bandar Lampung masih belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi itu dipicu data penerima yang belum dimutakhirkan secara optimal.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, pembenahan data menjadi pekerjaan utama agar bansos benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

"Sebagian bansos memang masih belum tepat sasaran. Salah satu penyebabnya adalah data yang belum dimutakhirkan," katanya, saat kunjungan kerja di Bandar Lampung, Sabtu (25/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial selama setahun terakhir terus melakukan konsolidasi data penerima bansos. Langkah itu dilakukan untuk mengalihkan bantuan dari penerima yang tidak lagi memenuhi syarat kepada warga yang lebih berhak.

Menurutnya, persoalan data bansos tidak bisa ditangani pemerintah pusat sendiri. Peran pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW dinilai sangat penting untuk memastikan data penerima sesuai kondisi di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Data itu sangat dinamis. Setiap hari bisa berubah, ada yang lahir, meninggal, pindah, atau berubah kondisi ekonominya. Karena itu, pemutakhiran harus dilakukan terus-menerus," ujarnya.

Selain pembaruan data secara manual, Kemensos juga tengah mengembangkan sistem digitalisasi bansos. Program tersebut telah diuji coba di sejumlah daerah dan akan diperluas ke lebih banyak wilayah.

"Kalau hasilnya konsisten, digitalisasi ini akan kita terapkan secara nasional," ungkapnya.

Melalui digitalisasi itu, masyarakat juga bisa ikut mengawasi penyaluran bansos lewat aplikasi Cek Bansos. Warga dapat mengecek status penerima hingga menyampaikan usulan maupun sanggahan.

Gus Ipul menegaskan, pemerintah harus jujur mengakui masih adanya masalah dalam penyaluran bansos. Keterbukaan kepada publik dinilai menjadi langkah penting untuk memperbaiki sistem.

"Kita mulai dari kejujuran bahwa memang ada yang belum tepat sasaran. Lalu kita buka ruang seluas-luasnya untuk diperbaiki bersama," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah memastikan pihaknya segera menindaklanjuti arahan tersebut. Pemutakhiran data penerima bansos akan dilakukan hingga tingkat kelurahan.

"Kami akan siapkan operator dan berkoordinasi dengan seluruh jajaran agar data ini cepat diperbarui," kata Deddy.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads