Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyebut pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah merupakan salah satu upaya untuk memacu kinerja pemda lebih optimal. Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang dikerjasamakan dengan BeritaKlik.com menjadi salah satu upaya.
Lokasi kick off di Sumatera akan dilanjutkan pada lima regional lain, yakni Kalimantan, Jawa, Bali-Nusa, Sulawesi, dan Maluku-Papua.
"Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu metode agar iklim kompetitf, agar daerah bisa memacu kinerjanya lebih optimal," ujar Mendagri dalam sambutannya pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Sabtu (25/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Indonesia yang terdiri dari 38 provinsi, 98 kota, dan 416 kabupaten (total 552 pemda), merupakan negara besar dan luas. Sistem pemerintahan yang banyak, juga dinilai menimbulkan kompleksitas permasalahan yang berbeda-beda.
"Tantangan kepala daerah tidak mudah, mereka harus memajukan wilayahnya masing-masing. Meskipun diberi kewenangan sebagian, ada ruang kepala daerah untuk mengambil keputusan dan lain-lain " katanya.
Dia juga mengaku prihatin terhadap kepala daerah yang tersandung persoalan hukum. Namun, dia meminta masyarakat tidak menggeneralisir semua kepala daerah berkelakuan buruk.
"Masih banyak kepala daerah gang baik. Banyak yang berjuang, turun ke lapangan bertemu masyarakat, masuk ke pedalaman untuk bertemu masyarakat tidak mampu, yang kreatif, membuat terobosan dan inovasi di berbagai bidang, baik itu dalam memaksimalkan pendapatan fan efisiensi belanja," terangnya.
"Kita jangan sampai, rekan-rekan sahabat kita yang mungkin terkena masalah hukum atau yang melakukan in efisiensi dalam mengelola anggaran, kemudian menghapuskan prestasi dan kinerja yang bagus dari kepala daerah," sambungnya.
Dia juga menyebut, perlunya menggandeng media untuk exposure pemberitaan di daerah. Menurutnya, sesuatu yang baik harus diinformasikan, terlebih saat ini era transparan dan terbuka.
"Dan kemudian, jangan sampai berita pelanggaran kepala daerah kemudian membranding kepala daerah buruk. Yang terkena masalah silakan kita hormati hukum. Tapi, juga harus diakui banyak kepala daerah yang baik, berprestasi, bekerja keras untuk rakyatnya. Kami sebagai pembina dan pengawas pemda, memiliki tanggung jawab untuk mendongkrak kinerja, memotivasi, mendorong kepala daerah untuk lebih berprestasi, dan melaksanakan tugasnya dengan baik," jelasnya.
Mendagri menyebut, anggaran Kemendagri pada 2026 naik signifikan. Kenaikan itu disebutnya didedikasikan sebagian untuk insentif daerah melalui kegiatan awarding tersebut.
"Rp 1 triliun kita dedikasikan untuk daerah dan bentuk insentif fiskal, saya yakin dengan adanya apresiasi pemda akan mengerjakan target-targetnya," ujarnya.
(csb/csb)
