Antisipasi El Nino, Banyuasin Bentuk Satgas Cegah Karhutla di 153 Desa

Sumatera Selatan

Antisipasi El Nino, Banyuasin Bentuk Satgas Cegah Karhutla di 153 Desa

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 27 Apr 2026 12:30 WIB
Bupati Banyuasin Askolani
Foto: Bupati Banyuasin Askolani (Irawan)
Banyuasin -

Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, membentuk Satuan Tugas (Satgas) pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 153 desa. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026.

Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Askolani mengatakan, pembentukan satgas tersebut merupakan upaya strategis guna memperkuat mitigasi di wilayah rawan kebakaran.

"Alhamdulillah kita Pemkab Banyuasin telah membentuk 153 Desa Tangguh Kebakaran di seluruh Banyuasin. Satgas ini melibatkan masyarakat lokal dan perusahaan yang beroperasi di tiap kecamatan agar siaga setiap saat jika muncul titik api," katanya kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Askolani menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino dengan kategori moderat hingga kuat diperkirakan mulai terjadi pada periode Mei hingga Juli 2026.

"Kondisi tersebut diprediksi akan memperparah musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan, khususnya pada Agustus dan September. Curah hujan pun diperkirakan berada di bawah normal atau lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Menurut Askolani, Kabupaten Banyuasin memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi potensi karhutla. Hal itu berkaitan dengan kondisi geografis wilayah yang didominasi lahan gambut.

"Kabupaten Banyuasin merupakan pemilik lahan gambut terluas kedua di Sumatera Selatan. Karakteristik lahan ini memerlukan perhatian ekstra karena jika terbakar, pemadamannya jauh lebih sulit dan memakan waktu lama," jelasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam program Desa Tangguh Kebakaran, Pemkab Banyuasin berharap dapat menekan jumlah titik panas (hotspot) serta mencegah terjadinya kabut asap yang berdampak pada aktivitas dan kesehatan masyarakat.

"Dengan antisipasi dini, Pemkab Banyuasin berharap dapat menekan jumlah titik panas (hotspot) serta mencegah terjadinya kabut asap," tutupnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads