Polda Jambi menurunkan tim trauma healing terhadap istri dan anak dari Indra Kusuma (41), korban pembunuhan tetangga. Pendampingan trauma healing dilakukan karena anak dan istri korban sempat menyaksikan ayahnya ditikam secara brutal oleh pelaku.
Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakam peristiwa mendapat perhaia khusus Kapolda Jambi Irjen Krisno Siregar. Sehingga, Polda Jambi menurunkan Tim Psikologi Biro SDM untuk melakukan pendampingan trauma healing.
Erlan menyebut bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat, tidak hanya dari sisi penegakan hukum, tetapi juga pemulihan mental korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Kapolda Jambi telah memerintahkan Tim Psikologi untuk segera memberikan pendampingan trauma healing kepada keluarga korban, khususnya anak balita yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Pemulihan kondisi mental menjadi hal yang sangat penting," kata Erlan, Rabu (29/4/2026).
Erlan mengimbau masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
"Kapolda Jambi menegaskan bahwa setiap permasalahan di lingkungan harus diselesaikan dengan baik dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Konflik kecil yang tidak diselesaikan dapat berkembang menjadi tindak kekerasan yang merugikan semua pihak," ungkapnya.
Peristiwa itu terjadi di RT 10 Kelurahan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, pada Minggu (26/4/2026), sekira pukul 18.30 WIB.
Nia Astrina, istri korban, menyebut bahwa saat kejadian ada tiga orang datang ke rumahnya dengan membawa senjata tajam. Tanpa basa-basi, ketiga menyerang suaminya
"Kejadiannya habis Magrib, mereka bertiga datang langsung menyerang bawa pisau 2 orang dan satu orang bawa parang," kata Nia, saat ditemui detikSumbagsel, Senin (27/4/2026).
Suaminya itu, kata Nia, ditusuk di punggung saat dua pelaku masih di atas motor. Korban pun langsung berlari menuju ke dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Ketiga pelaku pun mengejar sampai ke dalam rumah.
"Dia bertiga nyerang suami aku habis-habisan. Dak katek cekcok. Langsung nyerang ngejar suami aku. Suami aku belari masuk ke dalam rumah, habis-habisan (ditusuk), pokoknya mereka bertiga itu nusuk semua," ujar Nia.
Aksi penikaman itu, kata dia, terjadi secara cepat bahkan Nia tak sempat berupaya melerai kejadian di depan matanya itu. Aksi sadis bahkan terjadi di depan anak perempuan korban yang masih berusia 18 bulan.
Nia menerangkan anak laki-lakinya bernama Ferdi (21) sempat berupaya membantu. Namun, anak laki-lakinya itu justru turut mengalami penikaman.
"Anak saya ini sempat membantu lah bapaknya. Dia malah kena tusuk juga di bahu, dua luka tangan, dan kaki," ujarnya.
Kapolsek Kota Baru Kompol Helrawaty Siregar mengatakan usai kejadian pihaknya telah menangkap dua orang pelaku berinisial RG dan DH. Pihaknya masih mendalami dugaan pelaku lain dalam kasus ini.
"Yang pasti eksekutor sudah kami amankan. Pengembangan masih terus berjalan," ujarnya.
Akibat kejadian itu, korban Indra Kusuma meninggal dunia setelah mengalami 18 tusukan di tubuhnya. Sedangkan, anak korban Ferdi (21) selamat usai sempat membantu ayahnya saat diserang oleh pelaku, meski turut mengalami 5 luka tusuk.
Terkait keterlibatan pelaku anak di bawah umur berinisial BM (17), kata Helra, pihaknya masih melakukan pendalaman. BM sendiri sempat diamankan bersama ibunya inisial L, namun keduanya masih berstatus saksi.
"Kami memang mengamankan si ibu yang menelpon (pelaku) dan anak yang cekcok ada pelajar di bawah umur. Itu kami amankan sebagai saksi, dan sampai sekarang masih saksi. Kami harus mengumpulkan alat bukti dan masih melakukan pendalaman," ujarnya.
(dai/dai)