Warga Kabupaten Pesawaran, Lampung, digegerkan dengan penemuan dua mayat tanpa identitas dalam waktu berbeda, Senin (4/5/2026). Kedua jenazah berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di lokasi terpisah dengan kondisi sudah membusuk.
Penemuan pertama terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di muara Dusun Sebaris, Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan. Mayat ditemukan oleh seorang nelayan saat berada di sekitar hutan bakau.
Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, mayat anonim lainnya ditemukan mengambang di aliran Sungai Wai Sekampung, tepatnya di Bendungan Argo Guruh, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Graninto mengatakan pihaknya langsung melakukan evakuasi dan penyelidikan terhadap kedua temuan tersebut. Dari hasil awal, keduanya diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Dari keterangan saksi dan masyarakat sekitar, salah satu korban sebelumnya kerap terlihat dalam kondisi sakit dan diduga mengalami gangguan jiwa. Untuk korban lainnya juga mengarah pada dugaan serupa, namun masih kami dalami," kata Alvie saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, kondisi kedua jenazah saat ditemukan sudah dalam tahap pembusukan lanjut sehingga menyulitkan proses identifikasi.
Pada temuan di Teluk Pandan, hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Waktu kematian diperkirakan telah lebih dari sepekan.
"Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia bukan karena tindak pidana," jelasnya.
Sementara itu, untuk jenazah yang ditemukan di Bendungan Argo Guruh, polisi masih menunggu hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara guna memastikan penyebab kematian.
Polisi juga menduga korban bisa saja terbawa arus dari lokasi lain mengingat derasnya aliran Sungai Wai Sekampung.
"Kami masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan korban terbawa arus dari wilayah lain," ujarnya.
Alvie mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke pihak kepolisian guna membantu proses identifikasi.
"Kami harap masyarakat yang kehilangan anggota keluarga bisa segera berkoordinasi dengan kami," pungkasnya.
(csb/csb)