Duka Istri Sopir Truk Tangki BBM yang Tewas dalam Laka di Muratara

Sumatera Selatan

Duka Istri Sopir Truk Tangki BBM yang Tewas dalam Laka di Muratara

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 06:31 WIB
Puspa, istri dari sopir truk tangki BBM yang tewas akibat kecelakaan di Muratara
Foto: Puspa, istri dari sopir truk tangki BBM yang tewas akibat kecelakaan di Muratara (M Rizky Pratama)
Lubuklinggau -

Duka menyelimuti wajah wanita bernama Puspa yang merupakan istri dari sopir truk BBM yang meninggal akibat kecelakaan di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Hariyanto. Sebelum kejadian, Hariyanto sempat menawarkan Puspa untuk dibelikan buah nanas.

Saat ditemui di depan pintu masuk kamar jenazah Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau pada Rabu (6/5/2026) sore hari, Puspa tampak terlihat sedih, linglung, dan tidak dapat berkata-kata lagi.

Ia sedih dan syok setelah mendengar suaminya termasuk dalam salah satu 16 orang yang tewas dalam kecelakaan yang terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatera Selatan pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Tidak bisa dibayangkan lagi sekarang ini perasaannya saya, tidak bisa berkata apa-apa lagi," kata Puspa sambil menahan sedih, Rabu (6/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puspa mengaku baru mendapatkan kabar mengenai suaminya itu sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas menuju ke TKP. Namun di tengah perjalanan, kendaraan yang membawanya langsung mengarah ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau lantaran jenazah sudah dibawa kesana.

"Ketika mau ke TKP, di jalan langsung ke rumah sakit (di Kota Lubuklinggau), katanya sudah dibawa ke rumah sakit'," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Puspa mengaku terakhir bertemu dengan suaminya pada pagi ini sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu suaminya sempat mampir pulang ke rumahnya di Muratara untuk memberitahu Puspa apakah ia ingin dibawakan buah nanas atau tidak.

"Tidak ada firasat apapun, tapi jam 10 pagi tadi dia mampir ke rumah dulu cuma nawarin mau dibelikan nanas atau tidak, dia cuman ngomong itu aja," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Haryanto terpaksa harus meninggalkan Puspa beserta tiga anaknya yang masih kecil.

"Anak yang paling besar sudah umur 17 tahun, paling kecil 10 tahun," bebernya.

Sementara itu, terlihat sejumlah keluarga para korban mulai ramai mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Siti Aisyah Lubukinggau. Tampak dari mereka terlihat menangis di depan pintu masuk kamar jenazah.

Diberitakan sebelumnya. Satu unit bus ALS di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Diduga bus tersebut terbakar setelah bertabrakan dengan truk tangki BBM. Akibat kejadian tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia.

Diketahui awalnya Bus ALS yang berisi diduga belasan orang melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi. Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut.

Akibat kejadian tersebut kedua kendaraan tersebut terbakar hingga mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 4 orang terluka.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads