Satu Korban Bus ALS Bakal Dievakuasi Pakai Helikopter ke RS Bhayangkara

Sumatera Selatan

Satu Korban Bus ALS Bakal Dievakuasi Pakai Helikopter ke RS Bhayangkara

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 07 Mei 2026 21:30 WIB
Situasi rumah sakit di Lubuklinggau yang menjadi lokasi perawatan korban selamat dari laka bus ALS di Muratara
Situasi rumah sakit di Lubuklinggau yang menjadi lokasi perawatan korban selamat dari laka bus ALS di Muratara (Foto: M Rizky Pratama)
Palembang -

Satu dari tiga korban luka insiden kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang tabrakan dengan truk tangki BBM, yakni Ngadiono (44) dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. Dia dievakuasi karena kondisinya menurun.

Selain Ngadiono, ada dua korban lain yang masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Lubuklinggau, Sumatera Selatan yakni Tahrul (31) warga Tegal, dan Juniatun (35) Pati, Jawa Tengah, Kedua korban akan dievakuasi melalui jalur darat dengan menggunakan ambulans.

"Tiga yang orang yang selamat dan dirawat di RS Rupit Muratara besok akan dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk perawatan lebih intensif," kata Karumkit RS Bhanyakara, dr Budi Susanto, Kamis (7/5/2026).

Budi menjelaskan tiga yang selamat ini, satu orang atas nama Ngadiono warga Pati, Jawa Tengah, akan dievakuasi dengan jalur udara dengan menggunakan helikopter ke RS Bhanyakara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keadaan Ngadiono ini sebelumnya cukup baik, namun setelah dilakukan operasi kondisinya menurun tapi luka bakarnya 50 persen sehingga harus dievakuasi dengan helikopter dan harus dirawat secara intensif di RS Bhayangkara," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara, lanjutnya, dua korban yakni M Tahrul, dan Juniatun (35) akan dievakuasi melalui jalur darat dengan menggunakan ambulans.

"Kedua korban ini mengalami luka bakar 90 persen sehingga tak bisa dibawa menggunakan helikopter. Sehingga harus jalur darat," ujarnya.

Sedangkan untuk 16 jenazah korban luka bakar sudah dibawa ke RS Bhanyakara Moh Hasan untuk dilakukan identifikasi. Dari ke 16 jenazah korban, 11 keluarga korban sudah menyerahkan sampel sementara lima lagi belum.

"16 kondisi korban yang terbakar sulit di indentifikasi karena semuanya hangus terbakar. Sehingga kami haru memilah satu - satu agar jenazah korban dapat di identifikasi," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads