Banjir yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, masih terjadi hingga saat ini. Kini banjir tersebut sudah merendam sebanyak 16.169 rumah warga di empat kecamatan tersebut.
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono mengatakan banjir yang terjadi sejak Kamis (7/5/2026) usai hujan deras mengguyuri wilayah Muratara tersebut telah menyebabkan empat kecamatan terdampak yakni Kecamatan Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.
"Dari data terbaru Pusdalops-PB BPBD Muratara, sebanyak 16.169 unit rumah dan 57.373 jiwa terdampak banjir. Selain rumah terendam, tercatat empat rumah hanyut di Kecamatan Karang Jaya," katanya, Minggu (10/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Mugono, banjir juga mengakibatkan sejumlah fasilitas umum terdampak. Sebanyak lima jembatan gantung dilaporkan putus yakni di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah.
"Kemudian lima puskesmas pembantu dan dua polindes terendam banjir. Fasilitas pendidikan yang terdampak meliputi enam TK/PAUD, tujuh SD/MI, dua SMP/MTs, dan dua SMA/SMK," ungkapnya.
"Tempat ibadah juga ikut terdampak yakni satu mushola dilaporkan hanyut di Desa Maur Lama, empat mushola terendam, serta lima masjid terendam banjir," sambungnya.
Mugono mengatakan baru ada satu korban meninggal dunia akibat banjir yakni Shanum Aqila Fitri (3). Balita tersebut sebelumnya dilaporkan tenggelam di genangan banjir di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit pada Kamis (7/5/2026).
"Dalam penanganan darurat ini, BPBD bersama tim gabungan melakukan kaji cepat, pendataan, evakuasi korban, hingga mendirikan dapur umum. Adapun kebutuhan mendesak saat ini yakni perahu fiber, mesin, velbed, pelampung, selimut, makanan siap saji, pakaian, hingga perbaikan jembatan dan rumah warga yang rusak," sebutnya.
Meskipun begitu, Mugono mengatakan saat ini kondisi banjir di Kecamatan Karang Jaya dilaporkan sudah surut. Sementara di Kecamatan Rupit air mulai berangsur surut.
"Namun wilayah Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir masih terendam banjir," tuturnya.
(dai/dai)