Kurma selama ini dikenal sebagai buah khas Timur Tengah yang identik dengan bulan Ramadan. Hampir setiap tahun, kebutuhan kurma di Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, dan Irak.
Padahal, sebagai negara mayoritas muslim, permintaan kurma di dalam negeri bisa melonjak sangat tinggi, terutama saat Ramadan tiba. Tingginya ketergantungan impor ini pun mendorong munculnya pertanyaan yang sudah lama menggelitik banyak orang, apakah kurma sebenarnya bisa ditanam dan berbuah di Indonesia?
Faktanya, kurma sudah berhasil dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia dan bahkan sudah berbuah. Nih detikers, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurma Sudah Lama Dibudidayakan di Indonesia
Budidaya kurma di Indonesia bukan hal baru. Dilansir dari detikEdu, pohon kurma mulai dibudidayakan di tanah air sejak 2006 dan kini sudah tumbuh di berbagai daerah, termasuk Pasuruan dan Ponorogo, Jawa Timur.
Pemerintah pun mendukung pengembangannya. Dikutip dari IPB Digitani, kurma telah menjadi salah satu komoditas binaan Ditjen Hortikultura sebagaimana diatur dalam Permentan No. 151/Kpts/PD.310/9/2006. Kementerian Pertanian juga menyatakan bahwa tanaman kurma bisa tumbuh di wilayah Nusa Tenggara Timur, sementara Provinsi Riau disebut sebagai salah satu lokasi paling cocok karena kondisi iklimnya menyerupai negara asal kurma.
Dilansir dari detikEdu, menurut Wahyudin Darmalaksana dalam bukunya Hukum Islam Agroteknologi: Takhrij dan Syarah Hadis, iklim tropis Indonesia dinilai cocok bagi tumbuhan kurma karena pohon ini mampu beradaptasi pada cuaca kering hingga sangat panas.
Proses pertumbuhannya dari penyerbukan hingga pembuahan memang membutuhkan cuaca panas yang panjang. Meski begitu, ada catatan penting.
Dilansir dari website Fakultas Pertanian dan Peternakan UMKO, di daerah dengan curah hujan tinggi tanaman kurma biasanya tidak berbuah. Struktur tanah gembur dan berpasir yang mirip padang pasir justru membuat kurma bisa tumbuh lebat sepanjang tahun.
Jenis Kurma yang Berhasil Berbuah di Indonesia
Masih dari sumber yang sama, tidak semua varietas kurma cocok ditanam di Indonesia. Ada dua jenis kurma yang diketahui berhasil berbuah lebat di tanah air, yaitu KL-1 dan barhee.
Kurma KL-1 berasal dari Thailand dan termasuk varietas yang adaptif di negara tropis. Salah satu kebun KL-1 berada di kebun penelitian dan pengembangan Indonesia Date Palm Association (IDPA) di Pekanbaru, Riau, dan berhasil berbuah tanpa rangsangan pada usia tiga tahun dari bibit biji. Varietas ini merupakan hasil persilangan kurma barhee dengan deglet noor.
Sementara kurma barhee berasal dari Irak dan memiliki ciri khas berbatang besar. Di Indonesia, barhee berhasil dikebunkan di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan 200 pohon yang sudah berbuah sejak 2017.
Beberapa jenis lain yang juga cocok ditanam di Indonesia antara lain kurma Ajwa, Medjool, Tunisia, Sukari, dan Safawi.
Cara Menanam Kurma di Indonesia
Bibit kurma bisa diperoleh melalui tiga cara: dari biji, anakan atau cabang, dan kultur jaringan. Teknik kultur jaringan disebut paling unggul meski harganya relatif lebih mahal.
Kurma tumbuh subur pada tanah gembur dan berpasir dengan jarak tanam ideal 6×6 meter hingga 8×8 meter per pohon. Ada pula petani yang menanamnya dalam pot. Pemupukan menggunakan kombinasi pupuk NPK dan organik dapat meningkatkan hasil panen, dan pengairan perlu diperhatikan terutama pada fase awal pertumbuhan.
Dilansir dari IPB Digitani, karena bunga jantan dan betina kurma berada pada pohon yang berbeda, penyerbukan harus dilakukan secara manual. Caranya, bunga dari satu pohon jantan bisa digunakan untuk menyerbuki 20 hingga 25 pohon betina, dengan perbandingan jantan dan betina yang disarankan adalah 1:10 atau 1:20.
Waktu panen kurma di Indonesia berbeda dengan di negara asalnya. Kurma di Indonesia harus dipanen pada usia sekitar 150 hari dalam kondisi masih segar.
Sedangkan di negara asalnya, kurma baru dipanen pada usia 200 hari dengan tekstur kering. Perbedaan ini disebabkan tingginya kelembapan udara di Indonesia, sehingga jika dibiarkan hingga 200 hari buah akan membusuk dan tidak layak konsumsi.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
Simak Video "Kurma: Ramadan Hadiah Khusus dari Allah SWT untuk Umat Muhammad SAW"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
