WakapoldaSumatera Selatan Brigjen Pol RonySamtanamengungkapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Kabupaten MusiRawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, total menjadi 19 orang. Tiga jenazah belum terindentifikasi.
"Dari peristiwa kecelakaan tersebut korban meninggal dunia berjumlah 19 orang, di mana 17 meninggal dunia di TKP dan dua orang meninggal dunia dalam perawatan medis di rumah sakit," katanya Jumat (15/5/2026).
Menurut Rony, seluruh jenazah korban sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang. Dari proses identifikasi DVI yang meliputi pemeriksaan post mortem, ante mortem hingga rekonsiliasi serta pemeriksaan DNA oleh Laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri, sebanyak 14 jenazah berhasil teridentifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 16 jenazah ditemukan 17 jenazah, karena satu kantong berisi dua body part berbeda. Saat ini masih ada tiga jenazah yang belum teridentifikasi dan masih masih menunggu hasil pemeriksaan DNA," ujarnya.
Rony menjelaskan dua korban selamat yang dirawat di RS Bhayangkara yakni Ngadiono (44) dan Jumiatun (43). Namun, Jumiatun akhirnya meninggal dunia usai menjalani operasi pengangkatan jaringan Nekrotik.
"Pada malam hari hingga dini hari kondisi pasien mengalami perburukan dan setelah dilakukan tindakan medis intensif pasien dinyatakan tidak dapat tertolong lagi dan meninggal dunia pukul 05.48 WIB," jelasnya.
Sementara satu korban bernama M Tahrul yang juga sempat dirawat di RSUD Rupit juga meninggal dunia usai menjalani perawatan.
"Jadi total korban meninggal dunia kecelakaan maut bus ALS di Muratara sebanyak 19 orang," tegasnya.
Jenazah yang sudah berhasil terindentifikasi dikembalikan kepada keluarga korban untuk segera dimakamkan. Sedangkan korban selamat, Ngadiono mulai mengalami perbaikan kondisi setelah menjalani operasi kedua dan telah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang rawat inap.
"Ngadiono masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan," ungkapnya.
Sementara itu ditanya terkait penyebab kecelakaan, Rony mengatakan saat ini pihak Dirlantas Polda Sumsel dan TAA masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan maut tersebut.
"Saksi sudah diperiksa dan saat ini masih menunggu hasil dari lab untuk penyebab pasti kecelakaan tersebut," ujarnya.
(csb/csb)
