Delapan siswa SMK 1 di Jambi keracunan usai diduga mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini masih dalam penanganan pihak terkait dan belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti kejadian tersebut.
Kadis Ketahanan Pangan yang juga selaku Sekretaris Satgas Percepatan MBG di Jambi Johansyah mengatakan bahwa ada delapan siswa yang kini dalam penanganan medis. Pemerintah juga masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
"Terkait hal itu (keracunan) kita sudah meminta Kareg (kepala regional) perwakilan BGN di Jambi dan Korwil Kota Jambi untuk turun mengecek langsung ke lapangan," kata Johansyah kepada detikSumbagsel, Rabu (20/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun, sejumlah siswa diduga mengalami gejala seperti mual, pusing, hingga muntah beberapa saat setelah menyantap makanan di sekolah. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka terus dipantau.
"Dari hasil pengecekan sementara, kasus ini masih dalam tahap investigasi," ujarnya
Johansyah menyebut, berdasarkan penelusuran awal, terdapat informasi bahwa sejumlah siswa diduga sempat mengonsumsi makanan lain sebelum menyantap MBG di sekolah.
"Untuk dugaan awal, ada rekam jejak anak-anak itu makan sate sebelum makan MBG. Namun itu masih didalami dan belum bisa disimpulkan sebagai penyebab," ungkapnya.
Saat ini, total siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan tercatat sebanyak delapan orang yang terdiri laki-laki dan perempuan. Pemerintah memastikan seluruh siswa telah mendapatkan penanganan dan pemantauan medis.
Meski demikian, hingga kini belum ada hasil resmi terkait sumber penyebab dugaan keracunan tersebut. Pemeriksaan sampel makanan dan pendalaman terhadap kondisi siswa masih dilakukan oleh pihak berwenang.
(csb/csb)