Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mematangkan rencana integrasi operasional antara Pelabuhan Boom Baru Palembang dengan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin. Pelabuhan Boom Baru diproyeksikan turun status menjadi pelabuhan pengumpan (feeder).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan rencana teknis tersebut telah dibahas bersama PT Pelindo. Pelindo menyepakati komoditas yang selama ini dikirim langsung ke tengah samudera (mother vessel) dari Boom Baru, nantinya akan dialihkan ke Tanjung Carat.
"Jadi Pelindo itu kemarin Direktur Operasionalnya menyampaikan bahwa nantinya, sambil berjalan Tanjung Carat ini, aktivitas di Boom Baru itu harus menjadi pengumpan. Pengumpan, jadi kalau yang kapal-kapal kecil, bisa diumpan dari situ, dibawa ke Tanjung Carat, yang selama ini kita ke tengah samudera, mother vessel namanya. Ini jadi pengumpan," ujarnya, Kamis (21/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun menyetujui konsep pelabuhan pengumpan tersebut, Deru memberikan catatan dan syarat ketat terkait skema pengangkutan komoditas antarpelabuhan. Dia melarang mobilitas kendaraan berat di jalan-jalan protokol kota.
Seluruh aktivitas distribusi dari Boom Baru menuju Tanjung Carat juga dimintanya dimaksimalkan melalui jalur perairan atau sungai secara berjenjang.
"Kemarin dengan tegas saya bilang, mengumpannya tidak dengan truk, mengumpannya tidak dengan trailer, mengumpannya dengan perahu-perahu kecil yang dibawa ke perahu menengah, kapal menengah, untuk ke Tanjung Carat. Ternyata sepakat," katanya
Ketegasan tersebut diambil demi mengantisipasi penumpukan kendaraan besar dan risiko kemacetan parah di Kota Palembang akibat aktivitas angkutan logistik darat yang menuju pelabuhan baru.
Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(rep/rep)