Hujan di wilayah Sumatera Selatan masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Intensitas hujan diprediksi terjadi dengan skala ringan hingga lebat, masyarakat diimbau waspada terhadap bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto mengatakan hujan yang terjadi tidak merata di seluruh wilayah Sumsel. Potensi hujan diprediksi melandai pada akhir Mei.
"Kondisi cuaca di Sumsel dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer, di antaranya angin muson barat (Monsun Asia) yang masih relatif kuat dan adanya daerah belokan angin atau shearline yang terbentuk di wilayah Sumsel," ujar Siswanto, Senin (25/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG menyebut, hujan pada periode 25-28 Mei 2026 diprediksi dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di 11 wilayah Sumsel. Masyarakat di beberapa wilayah ini diminta waspada.
Daerah yang diprakirakan terdampak meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Lubuklinggau, Musi Rawas, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.
Sedangkan pada 29-31 Mei 2026, intensitas hujan akan mulai menurun. Pada periode ini, hujan diprediksi dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di OKU, Muara Enim, Muba, dan Banyuasin.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
"Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tukasnya.
(dai/dai)