BBPOM Palembang Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha

Sumatera Selatan

BBPOM Palembang Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Idul Adha

Nadiya - detikSumbagsel
Senin, 25 Mei 2026 22:20 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan sidak takjil Ramadan di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Ditemukan 3 sampel yang mengandung formalin dan pewarna sintetis.
Foto: Ilustrasi pemeriksaan produk pangan (Andhika Prasetia/DetikFoto)
Palembang -

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang melakukan intensifikasi pengawasan pangan ke sejumlah pasar dan ritel menjelang Hari Raya Idul Adha. Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan pangan di tengah melonjaknya pasokan dan konsumsi masyarakat.

Kepala BBPOM Palembang Yani Adriyanti, mengatakan bahwa pengawasan khusus ini difokuskan pada komoditas pangan yang rawan dicampur dengan bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.

"BBPOM Palembang melakukan intensifikasi pengawasan pangan bersama tim terpadu keamanan pangan daerah dengan fokus pada penjaminan keamanan pangan dimana banyak komoditi mengalami peningkatan pasokan dan konsumsi masyarakat terutama jenis pangan yang dicurigai dapat ditambahkan bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow," katanya saat dikonfirmasi detikSumbagsel, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yani memastikan, berdasarkan hasil penelusuran dan pemeriksaan sampel yang dilakukan petugas di lapangan hingga saat ini, belum ada temuan pelanggaran fatal terkait peredaran produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

"Sampai saat ini belum ditemukan pangan yang mengandung bahan berbahaya, tanpa ijin edar maupun melewati batas kedaluarsa," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menyikapi potensi meningkatnya permintaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pengenyal bakso atau pengawet saat Idul Adha, BBPOM Palembang telah berkoordinasi lintas instansi (lintas OPD) untuk memperketat alur distribusi agar tidak terjadi penyalahgunaan zat berbahaya.

"BTP diijinkan sesuai dengan takaran yang diperbolehkan. Intensifikasi pengawasan BBPOM Palembang bersama linsek terkait mencegah potensi penggunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks. Kolaborasi pengawasan lintas OPD terus dilakukan termasuk pencegahan kebocoran distribusi bahan berbahaya seperti formalin dan boraks yang dapat disalahgunakan pada pangan," ungkapnya.

Yani memberikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat di Kota Palembang agar selalu menerapkan formula "Cek KLIK" (Kemasan, Label, Izin edar, Kedaluwarsa) sebelum bertransaksi membeli kebutuhan hari raya.

"Selalu teliti sebelum membeli dengan Cek KLIK, mengenali ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya. Meningkatkan literasi mengenai keamanan pangan, laporkan ke BBPOM atau instansi terkait bila menjumpai pangan yang tidak layak konsumsi atau dicurigai mengandung bahan berbahaya," tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads