Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Teddy Meilwansyah menggandeng 17 lembaga kursus sebagai mitra strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mencetak tenaga kerja siap pakai serta wirausaha baru.
Langkah itu dilakukan melalui pembukaan serentak Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (25/5/2026). Sedikitnya 315 peserta mengikuti program tersebut.
Teddy mengatakan program pelatihan itu merupakan salah satu bentuk realisasi janji politiknya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka peluang kerja di Kabupaten OKU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadikan kami mitra strategis. Kami siap melakukan pendampingan hingga ke perusahaan dan pelaku usaha agar peserta bisa disalurkan sesuai kemampuan masing-masing," katanya dari keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Selasa (26/5/2026).
Dia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius karena program tersebut diberikan secara gratis melalui bantuan pemerintah.
"Saya berpesan kepada peserta PKK dan PKW untuk menjadi tenaga terampil yang berkualitas. Ikuti pelatihan ini dengan giat dan semangat, jangan sekadar ikut-ikutan apalagi ini gratis bantuan pemerintah," tegasnya.
Tak hanya itu, Teddy juga mengungkapkan Pemkab OKU telah menyiapkan anggaran untuk mendukung keberlangsungan lembaga kursus di daerah tersebut. Ke depan, pihaknya juga akan mengundang perusahaan dan pelaku usaha untuk menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan program pelatihan yang diberikan.
"Nanti kita panggil perusahaan dan pelaku usaha di OKU untuk mengetahui tenaga kerja seperti apa yang mereka butuhkan. Jadi pelatihan ini benar-benar tepat sasaran dan tidak sia-sia," katanya.
Menurut Teddy, keberadaan lembaga kursus selama ini menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.
"Saya yakin kursus dan pelatihan ini bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja di OKU," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Sumsel Aprili Mauludin mengapresiasi atas dukungan Pemkab OKU terhadap lembaga kursus.
"Hari ini ada 315 peserta dari 17 lembaga kursus. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian Pak Bupati," ujarnya.
Aprili menjelaskan, program PKK berfokus pada pengembangan keterampilan kerja agar peserta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Sedangkan Program PKW diarahkan untuk menciptakan wirausaha baru.
"PKK bertujuan membentuk tenaga kerja yang siap bersaing, sedangkan PKW untuk mencetak wirausaha baru yang kreatif dan inovatif," jelasnya.
Adapun pelatihan yang diberikan meliputi menjahit, komputer, pengelasan, tata boga, fotografi hingga videografi.
(csb/csb)