Sepanjang 1 Januari-25 Mei 2026, jumlah bencana di Sumatera Selatan mencapai 90 kejadian. Pada periode musim hujan tersebut, bencana terbanyak adalah banjir dan angin kencang yang mencapai 62 kejadian.
"Selama periode 1 Januari-25 Mei 2026, BPBD Sumsel mencatat 90 kejadian bencana yang didominasi 32 kejadian banjir dan 30 kejadian angin kencang," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Selasa (26/5/2026).
Sedangkan 28 bencana lain yang terdata oleh BPBD adalah tanah longsor 14 kali kejadian, kebakaran permukiman 8 kali, banjir bandang 4 kali, dan angin puting beliung 2 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman menyebut, dampak bencana banjir mengakibatkan 43.770 unit rumah terendam. Dari jumlah itu, 108 rumah mengalami rusak berat, 32 rumah rusak sedang, dan 139 rumah rusak ringan.
"Banjir yang terjadi juga berdampak pada 15 jembatan mengalami kerusakan," katanya.
Selain itu, bencana di 5 bulan pertama tahun ini juga berdampak pada 66 unit fasilitas pendidikan, 39 unit rumah ibadah, 21 unit fasitias pendidikan, dan 26 unit bangunan lainnya.
Lahan pertanian dan perkebunan juga terdampak banjir. Tercatat lahan sawah yang terdampak banjir seluas 4.810 hektare sawah dan 1.395 hektare kebun.
"Dari rekapitulasi kejadian bencana di Sumsel, total ada 43.708 KK terdampak dengan 607 KK di antaranya mengungsi. Bencana itu juga mengakibatkan 3 jiwa luka-luka dan 4 jiwa meninggal dunia," katanya.
Secara wilayah, Ogan Ilir menjadi daerah dengan kejadian bencana terbanyak. Dalam catatan BPBD, terdata 16 kejadian bencana, OKU Selatan 12 kejadian, Muara Enim 9 kejadian, Prabumulih 8 kejadian, dan OKI 7 kejadian.
(dai/dai)