Delapan jemaah haji asal Lampung dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, dua orang wafat sebelum sempat menjalani rangkaian ibadah haji.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Lampung, Ansori F Citra, mengatakan hingga saat ini jumlah jemaah asal Lampung yang meninggal dunia di Tanah Suci tercatat delapan orang.
"Delapan jemaah haji asal Lampung meninggal dunia di Tanah Suci. Dua orang di antaranya wafat sebelum melaksanakan ibadah haji," kata Ansori, Minggu (7/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ansori merinci, jemaah yang meninggal berasal dari sejumlah daerah di Lampung. Dua orang berasal dari Kabupaten Pringsewu, dua orang dari Lampung Utara, serta masing-masing satu orang dari Tanggamus, Mesuji, Tulang Bawang, dan Kota Bandar Lampung.
Meski demikian, seluruh jemaah yang wafat dipastikan memperoleh hak asuransi sesuai ketentuan yang berlaku. "Mereka akan mendapatkan asuransi sebesar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 2026," ujarnya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji asal Lampung mulai berlangsung. Ansori menyebut kloter pertama yang tiba di Tanah Air kembali dalam kondisi lengkap.
Sebanyak 439 jemaah dan petugas yang berangkat bersama dalam kloter tersebut pulang dengan jumlah yang sama tanpa ada anggota rombongan yang tertinggal di Arab Saudi akibat sakit atau alasan lainnya.
"Yang pulang bersama petugas berjumlah 439 orang, sama seperti saat keberangkatan," jelasnya.
Ansori juga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan musim haji sebelumnya. Selain angka kematian yang lebih rendah, kondisi kesehatan jemaah juga dinilai lebih stabil.
Sebagai perbandingan, pada musim haji tahun lalu tercatat 19 jemaah asal Lampung meninggal dunia di Tanah Suci.
"Tahun ini lebih baik. Jumlah jemaah yang meninggal lebih sedikit dan tidak banyak yang harus keluar masuk rumah sakit," pungkasnya.
(dai/dai)