15 Ton Garam NaCl Disebar di Langit Jambi Selama Sepekan

Jambi

15 Ton Garam NaCl Disebar di Langit Jambi Selama Sepekan

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Senin, 08 Jun 2026 08:30 WIB
Kegiatan OMC di Jambi untuk cegah karhutla saat puncak kemarau
Foto: Kegiatan OMC di Jambi untuk cegah karhutla saat puncak kemarau (Dok. Istimewa)
Jambi -

Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus dikebut menjelang puncak musim kemarau tiba. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi, Andre Eko Rinjani mengatakan bahwa langkah OMC ini dilakukan sepekan dengan menyebarkan garam natrium klorida (NaCl) ke awan potensial hujan di langit Jambi. Dalam OMC itu, total garam NaCl akan disemai diperkirakan sebanyak 15 ton.

"Untuk bahan semai disiapkan sebanyak 15 ton NaCl selama operasi berlangsung," kata Andre kepada detikSumbagsel, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OMC yang digelar itu mulai dilaksanakan pada 5 Juni hingga 12 Juni 2026 mendatang. Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.

Kegiatan OMC ini juga dilaksanakan BNPB RI bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara. Mereka bergerak cepat melakukan upaya pencegahan melalui hujan buatan di beberapa wilayah rawan karhutla di Jambi.

ADVERTISEMENT

Menurut Andre, seluruh wilayah Provinsi Jambi menjadi sasaran operasi modifikasi cuaca. Namun demikian, penyemaian awan akan lebih difokuskan pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla, terutama wilayah lahan gambut.

"Wilayah sasaran mencakup seluruh Provinsi Jambi. Namun prioritas utama tetap daerah-daerah gambut yang selama ini memiliki risiko kebakaran lebih tinggi saat musim kemarau," ujarnya.

Andre menjelaskan, lahan gambut menjadi perhatian khusus karena karakteristiknya yang mudah terbakar ketika mengalami kekeringan. Selain sulit dipadamkan, kebakaran di lahan gambut juga berpotensi menimbulkan kabut asap dalam skala luas yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan kesehatan.

"Dengan OMC ini kita berharap mampu meningkatkan curah hujan di daerah rawan sehingga kelembapan lahan tetap terjaga dan potensi munculnya titik api dapat ditekan sejak dini," terangnya

Sejak dimulai pada 5 Juni lalu, operasi hujan buatan telah dilakukan melalui sejumlah sorti penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi. Pada penerbangan awal, tim OMC menyemai garam ke awan potensial hujan di wilayah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan Muaro Jambi. Hasilnya, hujan terpantau turun di sejumlah wilayah sasaran.

Jambi sendiri telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla sejak 27 April 2026 hingga akhir November mendatang. Status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan, termasuk meminta dukungan operasi modifikasi cuaca kepada BNPB.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads