Kalender Hijriah merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam sebagai acuan dalam melaksanakan ibadah dan hari raya keagamaan. Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari yang umumnya berkisar antara 29 hingga 30 hari.
Setiap bulan dalam kalender Islam memiliki nama, makna, serta keistimewaan tersendiri. Lantas, apa saja nama-nama bulan Hijriah sesuai urutan? Berikut daftar lengkap beserta jumlah hari dan keutamaannya. Yuk simak!
Nama-nama Bulan Hijriah Sesuai Urutan dan Keutamaannya
Berikut nama-nama bulan Hijriah secara berurutan dan keutamaannya dilansir laman resmi Universitas An Nur Lampung dan laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Muharram
Bulan pertama dalam kalender hijriah adalah Muharram. Bulan ini termasuk dalam salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Nama Muharram berasal dari kata yang artinya "diharamkan" atau "dilarang". Hal ini dikarenakan pada masa Arab kuno peperangan tidak diperbolehkan dilakukan pada bulan ini.
Bulan Muharram memiliki banyak keutamaan untuk memperbanyak pahala karena dipercaya sebagai bulan Allah. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca doa awal tahun pada 1 Muharram, menjalankan puasa sunnah Tasua pada 9 Muharram, dan puasa Asyura pada 10 Muharram dan puasa 11 Muharram.
2. Safar
Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Nama Safar berasal dari kata yang berarti kosong, karena pada masa dahulu banyak penduduk Arab yang meninggalkan kampung halamannya untuk berdagang atau bepergian sehingga kampung menjadi sepi.
Sebagian masyarakat jahiliyah pada zaman dahulu sering menganggapnya sebagai bulan sial. Namun, dalam ajaran Islam tidak ada bulan yang membawa kesialan karena semua waktu merupakan ciptaan Allah SWT.
Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya:
"Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan, tidak ada burung penentu nasib, dan tidak ada kesialan di bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Rabiul Awal
Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dalam kalender Hijriah, nama bulan ini berkaitan dengan musim semi yang terjadi saat penamaan kalender tersebut.
Bulan ini memiliki keutamaan dan makna yang istimewa karena diyakini sebagai bulan kelahirannya Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, banyak umat Islam memperingati hari Maulid Nabi sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Keistimewaan lainnya adalah peristiwa Rasulullah Saw hijrah ke madinah juga terjadi pada bulan ini.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil-alamin
Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. Al-Anbiya: 107)
4. Rabiul Akhir
Bulan keempat dalam kalender Hijriah adalah Rabiul Akhir atau Rabiul Tsani. Nama bulan ini berasal dari kata Rabi yang berarti semi atau musim bunga. Penamaan ini juga dipercaya karena bertepatan dengan musim semi yang sedang terjadi di Arab.
Dalam sejarah Arab, bulan ini juga dikenal sebagai masa ketika masyarakat kembali dari perjalanan panjang atau peperangan yang mereka lakukan sebelumnya dan banyak peristiwa sejarah yang terjadi pada bulan ini.
5. Jumadil Awal
Bulan kelima dalam kalender Hijriah adalah Jumadil Awal. Nama bulan ini diperoleh dari kata jumad yang berarti membeku. Hal ini dikarena pada saat penamaannya bertepatan dengan musim dingin yang menyebabkan air membeku.
Meski tidak memiliki keutamaan khusus yang disebutkan secara spesifik dalam Al-Qur'an maupun hadist, bulan ini menjadi momen yang baik untuk memperbanyak istighfar, berdoa, berdzikir, bersedekah, serta meningkatkan ibadah sunnah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan.
6. Jumaidil Akhir
Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani adalah bulan keenam dalam kalender Hijriah. Nama bulan ini memiliki makna yang sama dengan Jumadil Awal karena masih berada dalam musim dingin saat pertama kali digunakan oleh masyarakat Arab.
Bulan ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah dan amal kebaikan.
7. Rajab
Rajab merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Nama Rajab berasal dari kata Rajaba yang memiliki arti menghormati atau mengagungkan.
Keutamaan bulan Rajab terletak pada kedudukannya sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal kebaikan serta menjauhi segala bentuk maksiat. Rajab juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.
Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Inna iddata asy-syuhuri indallahi itsna asyara syahran fi kitabillahi minha arba'atun hurum
Artinya:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah, di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan (haram)." (QS. At-Taubah: 36)
8. Syaban
Bulan kedelapan dalam kalender Hijriah adalah Syaban. Nama ini berasal dari kata Sha'ba yang berarti bercabang atau berpencar. Nama ini juga berasal dari kebiasaan masyarakat Arab yang berpencar ke berbagai wilayah untuk mencari sumber air.
Bagi umat Islam, Sya'ban menjadi bulan persiapan menuju Ramadan. Karena itu, Rasulullah SAW dikenal sering memperbanyak puasa sunnah pada bulan ini.
9. Ramadan
Ramadan merupakan bulan kesembilan dan menjadi bulan paling istimewa dalam kalender Hijriah. Pada bulan ini, umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ramadan juga dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur'an dan terdapat malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.
Bulan ini dipenuhi berbagai keistimewaan, seperti dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya setan. Pada bulan ini terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan, serta menjadi salah satu waktu terbaik untuk berdoa karena doa orang yang berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.
10. Syawal
Syawal menjadi bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah, bulan ini menjadi momen perayaan Idul Fitri setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa Ramadan. Selain merayakan hari kemenangan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang memiliki pahala besar.
11. Dzulqo'dah
Bulan kesebelas dalam kalender Hijriah adalah Dzulqo'dah menjadi salah satu bulan yang mulia bagi umat Islam. Nama Dzulqo'dah berasal dari kata qa'da yang berarti duduk atau berhenti, karena pada masa dahulu masyarakat Arab menghentikan peperangan dan aktivitas perjalanan jauh pada bulan ini, karena pada bulan ini diharamkan untuk berperang. Bulan ini juga menjadi masa persiapan menjelang ibadah haji.
12. Dzulhijjah
Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Hijriah, nama bulan ini berasal dari kata haji karena pada bulan inilah umat Islam dari berbagai negara melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Selain menjadi musim haji, bulan ini juga identik dengan Hari Raya Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah bahkan termasuk waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan ibadah.
Itulah penjelasan lengkap mengenai 12 nama bulan Hijriah beserta keutamaannya yang harus diketahui detikers. Semoga informasi ini bermanfaat!
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker BeritaKlik.com
Simak Video "Video: Gudang Penimbunan BBM Ilegal di Lampung Kebakaran"
[Gambas:Video 20detik]
(rep/rep)