Rekening OB-ASN jadi Penampungan Duit Proyek Disdikbud Bupati Muara Enim

Rekening OB-ASN jadi Penampungan Duit Proyek Disdikbud Bupati Muara Enim

Kurniawan Fadilah - detikSumbagsel
Selasa, 09 Jun 2026 15:30 WIB
Bupati Muara Enim, Edison, tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Edison menjalani pemeriksaan setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Sumatra Selatan.
Foto: Ari Saputra/detikFoto
Palembang -

KPK mengungkapkan alur penampungan uang dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Muara Enim Edison. KPK menyebut Edison menggunakan rekening orang lain, yakni office boy (OB) dan ASN di lingkungan Pemkab Muara Enim.

"Para pihak ini menyiapkan rekening penampungan untuk menampung terkait dengan dugaan penerimaan dari para pihak swasta berkaitan dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Muara Enim, ini salah satunya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan," kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dilansir dari detikNews, Selasa (9/6/2026).

Budi mengatakan ada lebih dari satu rekening yang dipakai untuk menampung uang. Dia mengatakan pembuatan rekening dilakukan secara berulang

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul. Jadi memang para oknum ini menggunakan beberapa rekening nominee, kemudian menggunakan modus buka-tutup rekening. Artinya, membuka rekening untuk penampungan, nanti rekening itu sudah habis, sudah didistribusikan, buka lagi dengan rekening baru, begitu," ujarnya.

Budi menyampaikan salah satu rekening nominee yang ditemukan atas nama seorang office boy (OB). Kemudian, ada juga atas nama pegawai lainnya di lingkup Pemkab Muara Enim.

ADVERTISEMENT

"Ada yang atas nama OB, kemudian beberapa pegawai di lingkup Pemkab," ujarnya.

KPK Sita Uang Rp 2 M

KPK telah menyita uang Rp 2 miliar dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim. Barang bukti uang yang disita ini terdiri atas rupiah, riyal, hingga dolar.

"Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang dalam bentuk tunai rupiah, dolar, kemudian riyal," kata Budi.

Selain mengamankan uang tunai, penyidik juga turut menyita saldo dalam rekening. Saldo dalam rekening tersebut diduga terkait dengan penerima yang diperoleh oleh Bupati.

"Total sekitar hampir Rp 2 miliar yang diamankan oleh tim dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ini," ujarnya.




(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads