Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyoroti proses SPMB (sistem penerimaan murid baru) di wilayahnya pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sebab, proses penerimaan masih diwarnai protes sejumlah wali murid. Mereka menilai pelaksanaannya tidak transparan.
Menanggapi persoalan tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta proses SPMB lebih transparan dan penilaian skor harus terbuka.
"Penerimaan peserta didik harus berjalan lebih baik dari tahun lalu. Kita belajar dari pengalaman tahun sebelumnya yang sempat menyedot perhatian nasional," kata Helmi Hasan, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Helmi menjelaskan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan penerimaan murid baru, terutama terkait hasil penilaian dan skor peserta.
"Hari ini kita melakukan evaluasi secara langsung. Namun, yang kami minta adalah skor hasil seleksi siswa ditampilkan secara terbuka. Jangan sampai ada informasi yang tidak tersampaikan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," jelas Helmi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Zulhendri menjelaskan bahwa antrean layanan SPMB yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan oleh banyaknya calon murid yang melakukan pergantian kata sandi (password), tetapi tidak mencatat kata sandi yang baru.
"Penumpukan antrean terjadi karena banyak calon murid lupa kata sandi setelah melakukan perubahan. Sebagai solusi, kami telah menyiapkan layanan daring melalui akun email untuk melakukan reset akun calon murid. Ke depan, kami juga akan menyiapkan akses terbatas bagi admin sekolah agar dapat membantu proses reset kata sandi," jelas Zulhendri.
(rep/rep)