Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengusulkan penambahan 4 helikopter water bombing untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan armada itu untuk kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan tambahan armada tersebut merupakan dukungan dari BNPB guna memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Sumsel.
"Secara keseluruhan kita membutuhkan 2 armada untuk melakukan patroli udara dan 8 armada untuk water bombing. Saat ini yang standby di Sumsel ada 6 unit, 2 untuk patroli dan 4 untuk water bombing," ujarnya, Selasa (16/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca dari bencana karhutla tahun-tahun sebelumnya, armada yang dioperasionalkan di Sumsel mencapai belasan unit. Jumlah armada untuk patroli udara tetap 2 unit, sedangkan water bombing lebih banyak.
"Usulan tambahan ini akan difokuskan untuk mendukung percepatan penanganan karhutla, terutama saat memasuki puncak musim kemarau pada Juli hingga Agustus mendatang," katanya.
Namun, kesiapsiagaan jumlah armada itu akan melihat kondisi karhutla di Sumsel. Antisipasi dan mitigasi dini akan dilakukan sejak dini, agar karhutla tidak terjadi.
"Untuk penambahan helikopter water bombing ini sesuai dengan petunjuk BNPB, namun tetap tergantung dari kondisi karhutla di Sumsel," jelasnya.
Menurut Sudirman, keberadaan armada udara sangat penting mengingat sejumlah wilayah rawan karhutla memiliki akses yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Pemadaman jalur udara dinilai lebih efektif dibandingkan melalui darat.
"Potensi meluasnya kebakaran juga dapat ditekan dan tidak meluas ke titik-titik rawan lain," tambahnya.
Sudirman menjelaskan, status siaga darurat karhutla telah ditetapkan di Sumsel sejak 22 April dan akan berlangsung hingga 30 November mendatang. Pihaknya mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Pencegahan tetap menjadi langkah utama agar kejadian karhutla dapat diminimalkan," tukasnya.
(dai/dai)
