Sebuah jembatan di Desa Simpang Sender Tengah, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel) ambruk usai dilewati truk bermuatan berat. Akibat kejadian tersebut, akses jalan dan transportasi warga di tiga dusun terputus.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (14/6/2026). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan,jembatan yang telah berusia cukup lama itu amblas dan runtuh saat dilalui kendaraan roda empat jenis truk dengan tonase cukup berat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan, Heri Pramono menyebut kejadian ambruknya jembatan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ambruknya jembatan tersebut diduga karena usia,selain itu adanya truk yang bertonase cukup berat saat melintas membuat jembatan tersebut ambruk," ujar Heri saat dikonfirmasi detikSumbagel, Selasa (16/6/2026).
Beruntung dari insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, akibat ambruknya jembatan tersebut akses tiga dusun terputus dan harus melewati jalan alternatif yang cukup jauh.
Adapun dusun yang terdampak karena jembatan di Desa Simpang Sender Tengah, Kecamatan (BPRRT) yakni dusun 3,dusun 4 dan dusun 5 tidak dapat dilalui. Sementara untuk truk yang jatuh sudah berhasil dievakuasi.
Menindaklanjuti kejadian itu, tim BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten OKU Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan survei dan kaji cepat guna menentukan langkah penanganan.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan juga mulai menyiapkan langkah percepatan pembangunan kembali jembatan yang rusak. Dinas PUPR akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mengusulkan pembangunan jembatan baru agar akses masyarakat dapat kembali normal.
Bupati OKU Selatan Abusama mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas, khususnya ketika melintasi infrastruktur yang berpotensi mengalami kerusakan.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak memaksakan melintas di lokasi jembatan yang rusak serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah akan berupaya maksimal untuk mempercepat proses penanganan dan pembangunan kembali jembatan tersebut," kata Abusama.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berharap proses penanganan dapat segera dilakukan sehingga aktivitas masyarakat yang terdampak akibat putusnya akses penghubung tersebut dapat kembali berjalan normal.
(dai/dai)
