Hendak Cuci Tangan, Bocah di Jambi Jatuh Tenggelam di Sungai Batanghari

Jambi

Hendak Cuci Tangan, Bocah di Jambi Jatuh Tenggelam di Sungai Batanghari

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Rabu, 17 Jun 2026 08:30 WIB
korban tenggelam ilustrasi
Foto: Ilustrasi orang tenggelam (Dok.BeritaKlik
Muaro Jambi -

Muhammad Fajar Setiawan, bocah 7 tahun di Muaro Jambi, Jambi, dilaporkan tenggelam di Sungai Batanghari. Saat kejadian, korban sedang mencuci tangan dan terpeleset hingga tenggelam di aliran sungai.

Peristiwa itu terjadi tepatnya di Desa Teluk Jambu, Kecamatan Tama Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, pada Selasa sore (16/6/2026). Saat kejadian, korban sedang bermain bersama teman-temannya di pinggiran sungai terpanjang di Sumatera itu.

"Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama rekannya berada di pinggir sungai untuk mencuci tangan. Namun nahas, korban mendadak terjatuh ke dalam sungai dan langsung tenggelam," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, Selasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melihat kejadian tersebut, pihak keluarga bersama masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar lokasi. Selanjutnya, keluarga melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

ADVERTISEMENT

Adah menambahkan bawa setelah menerima laporan itu, pihaknya mengerahkan personel ke lokasi. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memaksimalkan pencarian korban.

"Kami telah memberangkatkan 7 orang personel rescue dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi menuju lokasi penemuan dengan estimasi perjalanan sekitar 1,5 jam," ungkapnya.

Dalam operasi SAR ini, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari 7 Personel Basarnas Jambi, 2 personel TNI AL, serta dibantu oleh masyarakat setempat bahu-membahu melakukan pencarian.

Untuk memaksimalkan pencarian di perairan Sungai Batanghari yang saat ini dalam kondisi cuaca berawan, tim dibekali dengan berbagai alat utama dan peralatan penyelamatan di antaranya meliputi mobil rescue car, perahu karet (LCR), peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan evakuasi pendukung lainnya.

"Hingga malam ini, keberadaan korban masih belum ditemukan," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads