Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU) memberi kesempatan siswa berprestasi dan kurang mampu di wilayahnya untuk mendapatkan beasiswa. Beasiswa yang diberikan berupa kuliah kedokteran gratis.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengatakan program ini ditujukan bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang kedokteran. Teddy juga memberi motivasi agar mereka tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonominya.
"Jangan pernah merasa minder karena berasal dari keluarga sederhana. Prestasi dan kerja keras adalah modal utama untuk meraih masa depan. Pemerintah hadir untuk membantu mewujudkan mimpi kalian," ujar Teddy saat bertemu enam siswa berprestasi OKU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Teddy, keenam calon penerima beasiswa telah melalui proses seleksi ketat. Dari total 19 pendaftar, hanya enam orang yang lolos setelah menjalani verifikasi administrasi, survei lapangan, dan memenuhi seluruh persyaratan program.
Program tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan bentuk dukungan pemerintah kepada generasi muda yang memiliki prestasi dan semangat belajar tinggi.
"Ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal perjalanan kalian. Semua proses dilakukan secara objektif tanpa intervensi. Kelulusan nantinya ditentukan oleh kemampuan masing-masing saat mengikuti tes di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," ungkapnya.
Saat ini, Kabupaten OKU memperoleh kuota dua mahasiswa untuk program beasiswa tersebut. Namun Teddy membuka peluang untuk mengupayakan penambahan kuota apabila seluruh peserta mampu mencapai nilai sesuai standar yang ditetapkan.
"Kita memang mendapatkan kuota dua orang. Tetapi jika seluruh peserta mampu memenuhi passing grade yang ditentukan, kami akan berusaha memperjuangkan penambahan kuota," jelasnya.
Teddy memastikan seluruh kebutuhan pendidikan peserta akan ditanggung selama masa studi. Mulai dari biaya kuliah, biaya hidup hingga tempat tinggal difasilitasi pemda.
"Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Fokus belajar, selesaikan pendidikan dengan baik, lalu kembali mengabdi untuk masyarakat OKU," katanya.
Sementara itu, Erika Juwita siswi SMA Negeri 18 OKU asal Unit 14 Sinar Peninjauan, mengaku sejak kecil bercita-cita menjadi dokter, namun kondisi ekonomi keluarga membuatnya sempat mengubur impian tersebut.
"Saya ingin menjadi dokter sejak kecil. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga, saya merasa itu hanya mimpi yang sulit dicapai. Program beasiswa ini memberi harapan yang selama ini tidak pernah saya bayangkan," katanya.
Diketahui program Beasiswa Kedokteran Pemkab OKU dijadwalkan memasuki tahapan pendaftaran pada Senin (22/6/2026). Sebelum mengikuti tes masuk, para peserta akan mendapatkan pembinaan dan bimbingan belajar intensif bekerja sama dengan lembaga kursus Genza.
(rep/rep)
