Sejumlah jemaah haji asal Sumatera Selatan, memberikan catatan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Keluhan terkait tenda di Arafah dan Mina yang sempit serta penempatan hotel yang terpisah dari rombongan.
Salah seorang jemaah, Suhada Aji Zumar asal Palembang, Sumatra Selatan, menilai secara umum pelaksanaan haji tahun ini sudah cukup baik, terutama dari sisi transportasi dan ketepatan waktu pemindahan jemaah.
"Kalau dibandingkan saat saya berangkat tahun 2007 lalu, sekarang sudah cukup baik, terutama transportasi. Pemindahan jemaah juga tepat waktu dan jumlah bus sudah cukup, namun ada beberapa kendala yang mesti dievakuasi," katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait fasilitas tenda di Arafah dan Mina.
"Demi kebaikan ke depannya evaluasi bagi petugas tahun ini, khususnya saat kegiatan di Arafah dan Mina. Yang kami rasakan saat di tenda masih ada kekurangan dan tendanya kecil dan masih ada jemaah yang berada di luar tenda," ungkapnya.
Selain itu, Suhada juga mengeluhkan penempatan hotel yang memisahkan rombongan sehingga menyulitkan koordinasi antarsesama jemaah.
"Satu lagi masalah penempatan hotel yang terbagi dua, sehingga rombongan terpisah dan itu cukup menyulitkan," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Selatan M Arkan Nurwahiddin mengatakan secara umum tenda di Arafah telah disiapkan sesuai nama dan kelompok terbang (kloter) masing-masing sehingga tidak mungkin terjadi kekurangan kapasitas.
"Secara umum, tenda yang ada di Arafah sudah disiapkan berdasarkan nama dan kloter, jadi tidak mungkin kurang. Namun memang kondisi di dalam tenda sedikit sempit," katanya.
Menurutnya, berbagai masukan dari jemaah akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat nasional penyelenggaraan haji yang dijadwalkan berlangsung pada 3-6 Juli 2026 di Jakarta.
"Nanti tanggal 3 sampai 6 Juli akan ada rapat evaluasi haji tahun 2026 di Jakarta," ujarnya.
Arkan juga menjelaskan, Debarkasi Palembang yang melayani jemaah haji asal Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung pada musim haji tahun ini memberangkatkan sebanyak 6.995 orang ke Tanah Suci.
"Debarkasi Palembang yang melayani jemaah haji asal Sumatera Selatan dan Bangka Belitung pada musim haji tahun ini memberangkatkan sebanyak 6.995 jemaah ke Tanah Suci," katanya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 64 orang merupakan petugas kloter yang mendampingi pelaksanaan ibadah haji. Sementara itu, terdapat selisih 11 orang dari total jemaah yang diberangkatkan.
Arkan menjelaskan, selisih tersebut terdiri atas sembilan jemaah yang meninggal dunia dan dua orang yang pulang secara mandiri.
"Terdapat selisih 11 orang, terdiri dari sembilan jemaah wafat dan dua orang pulang mandiri. Untuk jemaah yang wafat, rinciannya tujuh orang berasal dari Sumatera Selatan dan dua orang dari Bangka Belitung," ungkapnya.
Meski demikian, proses pemulangan jemaah haji secara umum berlangsung lancar. Arkan mengaku bersyukur karena seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, dapat berjalan dengan baik.
Ia berharap para jemaah yang telah kembali ke Tanah Air dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari setelah menunaikan rukun Islam kelima.
"Semoga kepulangan ini membawa keberkahan, kesehatan, dan menjadikan para jemaah pribadi yang lebih baik setelah menunaikan rukun Islam yang kelima," ujarnya.
(csb/csb)
