Investor China melirik Sumatera Selatan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Investasi jangka menengah itu merencanakan pembangunan PLTA berkapasitas antara 200-500 megawatt (MW). Kehadirannya akan memperkuat ketahanan listrik di wilayah Sumsel.
Proyek pembangunan PLTA akan dilaksanakan PT Midigio berlokasi di Desa Negeri Cahaya, Kecamatan Beringin, OKU Selatan. Groundbreaking proyek dijadwalkan segera dilaksanakan, dengan target penyelesaian pekerjaan satu tahun tiga bulan.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyambut baik rencana investasi tersebut karena dinilai sejalan dengan potensi sumber daya air dan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan kontinuitas aliran yang terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan keberhasilan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTMH) di Pagar Alam yang diresmikan 2022. Pembangkit itu memanfaatkan 100 persen energi baru terbarukan dan sebagian produksinya telah disalurkan ke sistem kelistrikan Sumatera.
"Hal ini menjadi bukti bahwa pengembangan energi bersih di daerah dapat berjalan secara efektif," ujarnya saat menerima rombongan investor asal China dari Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co Ltd di ruang tamu Gubernur Sumsel, Rabu (24/6/2026).
Dia menambahkan, saat terjadi gangguan sistem kelistrikan di Sumatera beberapa waktu lalu, pasokan listrik di Sumsel relatif stabil. Dengan adanya tambahan investasi baru di sektor energi, ketahanan energi daerah diharapkan semakin kuat.
Herman Deru juga menekankan tiga hal penting kepada para investor. Pertama, percepatan proses perizinan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dia juga menekankan pentingnya koordinasi apabila terjadi hambatan.
Kedua, investor diminta mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal dengan tetap membuka ruang bagi tenaga ahli untuk melakukan transfer pengetahuan dan teknologi.
"Ketiga adalah komitmen terhadap kelestarian lingkungan yang menjadi syarat utama, terutama dalam menjaga kawasan hulu dan hutan agar debit air tetap stabil," katanya.
Deru berharap investasi tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keandalan pasokan listrik di Sumsel.
Sementara itu, Chairman Yoachuan Group Sun Mei menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumsel atas penjajakan kerja sama investasi di sektor ketenagalistrikan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Sichuan Yoachuan Electric Power Development Co Ltd menjelaskan bahwa perusahaan mereka telah memiliki pengalaman panjang dan jejaring kerja sama yang luas di China.
Mereka menyampaikan bahwa kunjungan ke Indonesia, khususnya Sumsel, bertujuan untuk memperkuat kerja sama investasi di bidang energi baru terbarukan. Perusahaan juga berharap mendapatkan dukungan dari pemprov dalam proses pengembangan investasi tersebut.
Ke depan, perusahaan merencanakan investasi jangka menengah di Indonesia dalam rentang waktu 5-10 tahun, dengan target pembangunan PLTA di Sumsel berkapasitas 200-500 MW.
(csb/csb)
