Green Paradise Pagar Alam, Sumatera Selatan, menawarkan pengalaman wisata alam yang sejuk dan nyaman. Pembayaran non tunai memudahkan pengunjung menikmati berbagai fasilitas.
Sampai di lokasi, semilir angin di antara pepohonan serta kicau burung terdengar jelas saat memasuki area Green Paradise Pagar Alam. Hamparan bunga-bunga tersusun rapi di tempat wisata yang berada di wilayah Desa Bumi Agung, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam tersebut.
Meski berada di bawah terik mentari pagi, suasana di sana tetap adem dan sejuk. Langkah kaki kecil terdengar saat sejumlah wisatawan asal Prabumulih tiba di pintu masuk Green Paradise.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cahyadi (40), bersama istrinya, Rina Andari (36) membawa kedua buah hatinya ke tempat wisata tersebut. Saat keluarga kecil ini datang, kegembiraan terlihat jelas di wajah mereka.
Sebelum masuk ke Green Paradise, Cahyadi melakukan registrasi di pintu loket. Bukannya merogoh kantong, Cahyadi malah terlihat mengeluarkan smartphone dari jaketnya.
"Scan QRIS aja," ucap Cahyadi kepada petugasnya, Senin (23/6/2026).
Pria yang akrab disapa Adi itu membuka aplikasi wondr by BNI miliknya, dan langsung melakukan scan QRIS di depan barcode yang tersedia di kaca loket. Ia membayar Rp 70.000 untuk empat tiket, parkir mobil dan pakan ikan.
"Tadi bayar tiket masuknya Rp 50.000, ada biaya parkir mobil dan beli pakan ikan. Jadi totalnya Rp 70.000. Lebih gampang bayar tiketnya karena ada layanan non tunai di sini," kata Adi.
Pengunjung saat melakukan pembayaran non tunai untuk beli tiket masuk Green Paradise Foto: Dwi Apriani |
Setelah masuk ke area tempat wisata tersebut, Adi dan keluarganya menghabisi waktu libur di sana. Mereka memberi makan ikan-ikan yang ada di beberapa kolam tersebut, hingga berswafoto dengan nuansa alam di sana.
Keluarga tersebut kemudian menikmati kuliner di kantin yang berada di tengah lokasi wisata. Dari kantin tersebut, semua area taman wisata dan kolam ikan terlihat jelas karena berada di atas ketinggian. Tak hanya menyediakan minuman, di sana juga tersedia aneka makanan untuk pengunjung. Untuk pembayarannya, bisa menggunakan tunai maupun non tunai.
"Di sini enaknya sudah lengkap sistem pembayarannya, bisa tunai atau non tunai jika tak membawa uang cash. Ini yang sangat dibutuhkan saat ini, karena tidak semua pengunjung memegang uang tunai," ucapnya.
Serupa dengan Adi, pengunjung lain dari Ogan Komering Ulu Selatan, Aldeos Fajri (35) juga jauh-jauh datang ke Pagar Alam untuk mengisi waktu libur. Dia juga membawa keluarga besarnya ke destinasi wisata tersebut.
"Kami ke sini dengan rombongan, ada 3 mobil dengan total 16 orang. Di sini tempatnya sejuk, karena banyak pemandangan alam yang bisa dilihat. Anak-anak juga bisa berinteraksi dengan ikan-ikan di sini. Mereka juga bisa bermain dengan hewan-hewan yang tersedia di sana, termasuk mandi di kolam khususnya," ujarnya.
Aldeos mengungkapkan dengan jumlah orang yang cukup banyak, maka dia sangat terbantu jika pembayaran tiket masuk menggunakan non tunai.
"Jadi biar gak ribet untuk keluarin uang, dan gak susah harus ke ATM untuk ambil uang. Cukup scan aja, dan bisa diatur keuangan kitanya," ucapnya.
Pemilik wisata Green Paradise, Zamhari Hamka mengatakan tempat wisata ini selalu ramai pengunjung dan wisatawan dari berbagai daerah, baik dari dalam hingga luar Sumatera Selatan.
"Konsep wisata yang kita tawarkan ini adalah menyatu dengan alam. Kita manfaatkan alam untuk menjadi destinasi wisata pilihan masyarakat. Karena memang tujuan kita adalah agar tempat wisata ini jadi magnet wisata di Pagar Alam," ujarnya.
Keindahan tempat wisata Green Paradise di Pagar Alam Foto: A Reiza Pahlevi |
Zamhari menjelaskan para wisatawan hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 15 ribu untuk orang dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Selain itu, biaya parkir sepeda motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu.
"Saat weekday, pengunjungnya capai ratusan orang dan saat weekend bisa capai ribuan orang," katanya.
Selain tempat wisata lengkap dengan fasilitasnya, Green Paradise juga menyediakan tempat glamping. Harganya mulai Rp 850 ribu per malam, sudah lengkap dengan sarapan pagi, free wisata, free WiFi dan pakan ikan.
"Untuk memudahkan pengunjung, metode pembayaran mulai dari tiket masuk, kantin, hingga glamping di tempat ini kami menyediakan layanan QRIS. Jadi masyarakat bisa memakai pembayaran non tunai di sini. Dan itu sudah kami sediakan sejak beberapa tahun lalu, dan Sebagian besar pengunjung menggunakan layanan pembayaran ini," jelasnya.
Dukungan Daerah terhadap Digitalisasi di Sektor Wisata
Pemerintah Kota Pagar Alam sudah mengimbau kepada pelaku usaha termasuk pengelola wisata dalam memanfaatkan digitalisasi sebagai alat pembayaran. Selain memudahkan wisatawan, pembayaran dengan non tunai juga dinilai sebagai bagian penting untuk mengatur keuangan bagi mereka.
"Dengan melek terhadap teknologi dan memanfaatkan digitalisasi, maka sektor wisata diyakini akan semakin menggeliat. Karena sekarang memang cukup banyak wisatawan yang ingin mendapat kemudahan dalam bertransaksi, termasuk saat berada di lokasi wisata, dan kita ingin agar mereka mendapat akses kemudahan tersebut," kata Ludi Oliansah, Walkot Pagar Alam.
Tak hanya UMKM, kata dia, hampir semua tempat wisata di Pagar Alam saat ini sudah memiliki layanan pembayaran dengan non tunai.
"Mengikuti kemajuan teknologi, semuanya harus bisa beradaptasi. Karena kami yakin jika ada layanan kemudahan pembayaran bertransaksi maka bisa membuat pengunjung nyaman, dan makin banyak yang datang berwisata ke Pagar Alam," katanya.
Sementara itu, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menuturkan pihaknya selalu berkomitmen dalam memperkenalkan sistem pembayaran digital kepada masyarakat luas. Sesuai dengan strateginya, BNI ingin memperluas ekosistem pembayaran digital serta mendorong kebiasaan transaksi cashless.
"Kami tidak hanya fokus pada kemudahan transaksi, tetapi juga sebagai sarana edukasi keuangan digital yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.
Dengan begitu, pihaknya berharap adopsi transaksi digital di masyarakat semakin meluas, dan juga makin memperkuat pemahaman mengenai pentingnya layanan keuangan yang aman, praktis, dan mudah diakses.
"Kami akan terus memperluas implementasi ekosistem keuangan digital di berbagai kegiatan masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi digital nasional serta peningkatan inklusi keuangan," ujarnya.
(csb/csb)


