Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Air untuk Petani Hadapi Ancaman El Nino

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Air untuk Petani Hadapi Ancaman El Nino

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Kamis, 02 Jul 2026 12:30 WIB
Ilustrasi El Nino dan Musim Kemarau
Foto: Ilustrasi El Nino (jcomp/Freepik)
Lampung -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat infrastruktur irigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mempercepat pembangunan sistem irigasi perpompaan serta mengoptimalkan bantuan pompa air dari pemerintah pusat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Kementerian Pertanian RI menyalurkan 20 unit pompa air submersible ke Kabupaten Lampung Selatan. Bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di Desa Bali Agung, Kecamatan Palas, sehingga sekitar 5.500 hektare sawah dapat terhindar dari ancaman kekeringan.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah mengingat Lampung memiliki peran penting sebagai daerah penyangga swasembada pangan nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Bantuan pompa air ini sangat penting untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino," kata, Kamis (2/7/2026).

Selain memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Lampung juga mempercepat pelaksanaan Program Irigasi Perpompaan (Irpom) pada 2026. Program tersebut ditargetkan membangun lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Lampung.

ADVERTISEMENT

Menurut Mirzani, pembangunan irigasi menjadi bagian dari modernisasi sektor pertanian untuk menjaga ketersediaan air, meningkatkan indeks pertanaman, memperluas lahan produktif, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Di sisi lain, pemerintah pusat juga memperkuat pembangunan infrastruktur melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dan Jaringan Irigasi. Melalui kebijakan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) didorong mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi hingga optimalisasi lahan pertanian di daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan Pemprov bersama Kementerian Pertanian juga terus mengoptimalkan berbagai dukungan bagi petani, mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian, pupuk bersubsidi, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga pengawalan harga gabah dan jagung.

Elvira menyebut produksi pangan Lampung sepanjang 2025 meningkat lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, tantangan utama sektor pertanian masih berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air.

"Pada musim hujan kita menghadapi risiko banjir dan genangan, sementara saat musim kemarau lahan pertanian rentan mengalami kekeringan akibat El Nino. Karena itu penguatan infrastruktur air menjadi sangat penting," ujar Elvira.

"Ekosistem air di Lampung, benar benar harus disiapkan, sehingga pada musim hujan lahan petani terbebas dari banjir dengan drainase baik, Sebaliknya di musim kemarau, ketersediaan air juga mencukupi dengan infrastruktur irigasi baik sehingga bisa sampai ke lahan sawah petani untuk mencukupi kecukupan air," lanjut Elvira.

Dirinya berharap Kementerian PU melalui BBWS turut memberikan pendampingan teknis kepada penyuluh pertanian dan pemerintah daerah dalam penyusunan dokumen pengajuan pembangunan infrastruktur pertanian agar proses pelaksanaannya berjalan lebih cepat.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan pemerintah pusat menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh program pengelolaan air dan pendampingan petani berjalan optimal.

"Sinergi yang kuat di lapangan menjadi kunci keberhasilan program pertanian demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di Provinsi Lampung," tutupnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads