Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, Petugas Pastikan Bukan Terkini

Lampung

Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau, Petugas Pastikan Bukan Terkini

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 04 Jul 2026 14:00 WIB
Tangkapan layar Gunung Anak Krakatau
Tangkapan layar Gunung Anak Krakatau (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Lampung Selatan -

Video yang menampilkan letusan besar Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan semburan api pada malam hari ramai beredar di media sosial. Di tengah status gunung yang kini berada di Level III atau siaga, petugas memastikan rekaman tersebut bukan menggambarkan kondisi terkini.

Video berdurasi sekitar 10 detik itu memperlihatkan pijaran api membumbung dari kawah disertai kepulan asap pekat. Rekaman yang disebut diambil dari atas kapal di perairan Selat Sunda itu kemudian memicu beragam tanggapan warganet.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Andi Suwardi menegaskan video yang beredar bukan merupakan dokumentasi aktivitas erupsi terbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Video itu bukan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam rekaman tersebut," kata Andi saat dikonfirmasi, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan erupsi terakhir Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (3/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu hingga Sabtu siang belum kembali teramati adanya aktivitas erupsi.

ADVERTISEMENT

Meski tidak ada letusan lanjutan, Andi mengatakan status Gunung Anak Krakatau masih berada di level III. Masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi badan geologi dengan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat kawah.

"Kami mengimbau masyarakat, nelayan maupun wisatawan tidak memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya, termasuk video yang beredar di media sosial.

Ia meminta masyarakat selalu mengacu pada informasi dari instansi resmi seperti Badan Geologi, BMKG, BPBD, maupun pemerintah saat mencari perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Jangan langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena bisa memicu keresahan di masyarakat," kata Yuni.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis (2/7).

Peningkatan status dilakukan menyusul lonjakan aktivitas vulkanik yang ditandai meningkatnya gempa vulkanik dangkal, emisi gas sulfur dioksida (SO₂), deformasi tubuh gunung, hingga terjadinya erupsi.

Seiring kenaikan status tersebut, masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat kawah dan mengikuti seluruh informasi resmi yang disampaikan otoritas terkait.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads