Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) akan membangun empat flyover di Kabupaten Muara Enim, dalam memperkuat infrastruktur strategis daerah. Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan, sekaligus meningkatkan kapasitas angkutan batu bara sebagai penopang perekonomian Sumsel.
Hal tersebut ditegaskan setelah Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan flyover bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bukit Asam Tbk, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Senin (6/7/2026).
Pembangunan empat flyover di Muara Enim merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumsel menjaga kelancaran angkutan logistik batu bara tanpa mengorbankan mobilitas masyarakat. Seiring meningkatnya volume angkutan batu bara, kapasitas logistik diharapkan terus bertambah tanpa menimbulkan hambatan di perlintasan sebidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menyepakati pembangunan empat flyover di Muara Enim, yakni Flyover Simpang Belimbing, Flyover Gunung Megang I, Flyover Gunung Megang II, dan Flyover Ujan Mas.
Menurut Deru, pembangunan flyover akan berjalan beriringan dengan pengembangan dermaga dan infrastruktur logistik lainnya, sehingga kapasitas angkutan kereta api batu bara dapat terus meningkat.
Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh pihak, mulai dari PT KAI sebagai operator, PT Bukit Asam, para pelaku usaha hingga masyarakat.
"Tujuan kita bukan hanya membuat lalu lintas lebih nyaman, tetapi juga mempercepat logistik dan menggerakkan perekonomian karena waktu tempuh semakin singkat. Karena itu, persepsi seluruh pihak harus disatukan dan pelaksanaan harus disiplin," katanya.
Lanjut Deru, penandatanganan kerja sama tersebut merupakan langkah awal, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya sesuai jadwal yang telah disepakati.
"Ini adalah pekerjaan bersama yang sudah lama ditunggu masyarakat Sumatera Selatan dan harus kita selesaikan bersama," ujarnya.
Pemerintah juga mengembangkan proyek strategis nasional di kawasan Keramasan berupa pelabuhan pengumpan berskala besar. Kehadiran pelabuhan tersebut membutuhkan kelancaran perjalanan kereta api pengangkut batu bara sekaligus kelancaran arus lalu lintas masyarakat.
Menurut Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan proyek tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat. Selama ini, meningkatnya volume angkutan batu bara menyebabkan kemacetan, hilangnya waktu produktif, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan di sejumlah perlintasan kereta api.
"Kami berharap pembangunan overpass ini menjadi solusi mendasar dalam mengurai kemacetan sehingga distribusi batu bara sebagai kepentingan nasional dapat berjalan seiring dengan kelancaran aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.
(csb/csb)
