Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29%, Pengangguran Naik Jadi 204 Ribu Orang

Lampung

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29%, Pengangguran Naik Jadi 204 Ribu Orang

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Sabtu, 08 Agu 2026 11:00 WIB
Ilustrasi pengangguran atau pencari kerja
Ilustrasi pengangguran atau pencari kerja (Foto: Getty Images/iStockphoto/byryo)
Lampung -

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat ekonomi Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian itu menjadikan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Sumatera.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, jumlah pengangguran di Lampung justru mengalami peningkatan.

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan sepanjang triwulan II 2026. Sektor pengadaan listrik dan gas, perdagangan, serta industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan ekonomi Lampung secara tahunan mencapai 5,29 persen. Hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan, dengan sektor pengadaan listrik dan gas, perdagangan, serta industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi," katanya.

Selain ditopang sektor usaha, konsumsi rumah tangga juga masih menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Lampung dari sisi pengeluaran.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, kondisi ketenagakerjaan menunjukkan tantangan tersendiri. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung pada Mei 2026 naik menjadi 3,97 persen, dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 3,95 persen.

Secara jumlah, pengangguran bertambah sekitar 2.130 orang, dari 202,32 ribu orang menjadi 204,45 ribu orang.

Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat sebanyak 35,50 ribu orang menjadi 4,95 juta orang. Namun, pertambahan angkatan kerja lebih besar sehingga jumlah pengangguran ikut meningkat.

Ahmadriswan mengatakan mayoritas penduduk Lampung masih bekerja di sektor informal. Karena itu, pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan penciptaan lapangan kerja formal yang lebih besar.

"Mayoritas penduduk yang bekerja masih berada di sektor informal. Ke depan, tantangannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi agar mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja formal," ujarnya.

Data BPS menunjukkan pekerja informal mendominasi pasar tenaga kerja Lampung dengan porsi 69,17 persen. Sementara pekerja formal hanya mencapai 30,83 persen.

BPS juga mencatat tingkat pengangguran di wilayah perkotaan mencapai 6,15 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang sebesar 2,54 persen.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran perempuan tercatat 4,19 persen, lebih tinggi dibandingkan laki-laki yang sebesar 3,84 persen.

Di sisi lain, kondisi kemiskinan di Lampung menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin turun menjadi 9,31 persen atau berkurang sekitar 28,24 ribu orang dibandingkan September 2025.



(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads