Tiga desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, rawan munculnya titik panas. Untuk mengantisipasi itu, petugas kepolisian melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Kapolsek Lawang Kidul Iptu Candra Kirana mengatakan berdasarkan pemetaan wilayah, adapun tiga desa yang rawan titik panas yakni Desa Keban Agung, Desa Lingga, dan Desa Darmo.
Kata Candra, tiga desa tersebut berada di wilayah yang didominasi oleh kawasan perkebunan dan pertambangan. Maka dari itu pihaknya juga mengajak sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di area tersebut untuk membantu sosialisasi dan pencegahan karhutla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya ada tiga desa yang terdeteksi rawat terjadi Karhutla di Kecamatan Lawang Kidul. Kami menggandeng seluruh elemen, mulai dari tiga pilar hingga unsur masyarakat dan rekan-rekan perusahaan, untuk bergerak secara masif mensosialisasikan bahaya karhutla," katanya, Jumat (7/8/2026).
Selain mensosialisasikan bahaya karhutla, pihaknya juga menggelar apel siaga lintas sektoral guna memantapkan kesiapan personel dan peralatan. Serta memperketat pemantauan dan pengecekan langsung (groundcheck), lokasi titik panas (hotspot) secara terpadu oleh personel tiga pilar Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemdes bersama dinas terkait.
"Melalui kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah lokal, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Lawang Kidul dapat terbebas dari ancaman bencana karhutla sekaligus tetap aman dan kondusif," ujarnya.
Tak hanya fokus pada mitigasi karhutla, polisi juga mengintensifkan upaya preventif guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) salah satu yakni dengan Tongkrongan Bada Plisi (Tong Besi).
Tong Besi merupakan sarana tempat bagi personel Polri khususnya Bhabinkamtibmas, dalam rangka membangun komunikasi, kemitraan dan sinergitas dengan masyarakat guna problem solving, edukasi dan membangun kepercayaan terhadap Polri yang lebih humanis.
"Saya mengapresiasi (Program Tong Besi) yang berupaya menjadi polisi yang humanis dan menciptakan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui patroli suling, patroli dialogis malam hari mencegah aksi tawuran anak/remaja, dan kegiatan sosial serbu berbagi," kata Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Saputra.
