Stok Pangan di Pasar Induk Jakabaring Palembang Melimpah, Pembeli Sepi

Sumatera Selatan

Stok Pangan di Pasar Induk Jakabaring Palembang Melimpah, Pembeli Sepi

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Jumat, 27 Mar 2026 21:00 WIB
Ilustrasi stok cabai
Ilustrasi cabai (Foto: dok. Kementan)
Palembang -

Stok pangan di Pasar Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, usai lebaran melimpah. Namun, pembeli masih sepi.

Analis Perdagangan Dinas Perdagangan Palembang Yulius Priansyah mengatakan dalam sepekan setelah Lebaran, ketersediaan barang di pasar terbilang melimpah namun tidak diimbangi jumlah pembeli yang masih sepi, sehingga harga sejumlah komoditas pun mulai berangsur turun.

"Kalau untuk sepekan ini, barang sudah banyak, terbilang melimpah. Tapi pembelinya yang dikit. Tadi saya sudah cek langsung ke Pasar Induk Jakabaring," ujarnya, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan hasil pengecekan langsung ke Pasar Induk Jakabaring menunjukkan adanya penurunan harga. Menurutnya, harga memang belum sepenuhnya normal, tapi sudah jauh lebih murah dibandingkan sebelumnya.

"Harga cabai burung yang saat Lebaran sempat anjlok ke kisaran Rp 30.000 hingga Rp 35.000 akibat melimpahnya pasokan, kini sudah naik kembali ke Rp 45.000 per kilogram dan diperkirakan akan menyentuh harga normal dalam beberapa hari ke depan," ujarnya

ADVERTISEMENT

Komoditas lain seperti tomat pun ikut melandai, dengan harga saat ini di kisaran Rp5.000-Rp7.000 per kilogram di Pasar Induk Jakabaring.

Yulius menjelaskan, Pasar Induk memang dikenal memiliki pergerakan harga yang jauh lebih dinamis dibanding pasar tradisional biasa.

"Kalau di Pasar Induk itu perubahan harganya memang sangat cepat. Kalau barang kosong langsung naik, kalau barang banyak langsung turun harganya," jelasnya.

Meski begitu, ia optimis kondisi pasar akan segera pulih sepenuhnya, meskipun beberapa komoditas seperti ayam dan daging masih tercatat di atas harga normal.

"Tidak sampai seminggu lagi harga sudah kembali normal. Sekarang pun sudah mulai turun dibandingkan menjelang Lebaran, meski memang belum semua komoditas ikut turun. Harga ayam misalnya, saat ini masih di kisaran Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram," ujarnya.

Menurut Yulius, lonjakan harga yang terjadi sebelumnya merupakan hal yang wajar di hari raya, karena tingginya permintaan masyarakat tidak diimbangi dengan penambahan pasokan barang.

"Penyebab fluktuasi itu memang karena permintaan meningkat, sementara barang relatif tetap. Jadi harga pasti naik. Seperti saat ini, stok banyak tapi pembeli sepi, jadi harga turun," katanya

Untuk menjaga stabilitas harga selama Lebaran, Disdag Palembang aktif berkoordinasi dengan distributor dan agen, termasuk langsung mendatangi gudang-gudang penyimpanan untuk memastikan ketersediaan stok.

"Kita monitor ke agen-agen, kita datangi mereka untuk ketersediaan itu. Apakah ada permasalahan di pendistribusiannya, ada permasalahan di barangnya. Jadi memang kita selalu berkoordinasi dengan distributor atau agen," ujarnya.

Disdag juga menggelar operasi Pasar Murah di 18 kecamatan selama Ramadan. Yulius menyebut program ini cukup efektif membantu masyarakat, terutama untuk kebutuhan daging. Dan program serupa akan digelar di hari besar berikutnya.

"Masyarakat sudah menyetok daging-daging itu dari Pasar Murah. Jadi memang mereka terbantu sekali, Nanti kita juga akan buat program serupa untuk kembali digelar pada hari-hari besar berikutnya," tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads