Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel membawa dampak instan bagi petani di Sumatera Selatan (Sumsel). Harga karet di tingkat petani kini merangkak naik akibat terganggunya rantai pasok global.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Ichwansyah mengungkapkan bahwa kondisi perang di Timur Tengah sangat berpengaruh terhadap harga komoditas global. Hal ini disebabkan oleh menipisnya stok di pasar internasional, sementara permintaan dunia tetap tinggi.
"Sebenarnya kalau masalah perang Iran-Amerika dan Israel itu kan berpengaruh terhadap harga komoditas. Di satu sisi permintaan begitu banyak, stok terbatas, jadi cenderung untuk naik," ujarnya, Kamis (16/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, harga karet yang diterima petani di Sumsel berada di kisaran Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per kilogram untuk Kadar Karet Kering (KKK) 40%. Tren kenaikan ini telah terlihat dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Ichwansyah menjelaskan bahwa kepastian harga karet ke depan diprediksi masih akan terus mengalami tren positif selama kondisi pasar dunia belum stabil akibat konflik.
"Untuk periode sekarang, kepastiannya memang dengan kondisi perang sekarang ini masih akan cenderung naik, karena banyak kebutuhan yang diminta di pasar dunia," tambahnya.
Meski harga dunia sedang berpihak, petani diimbau tidak lengah dalam menjaga kualitas produksi. Ichwansyah mendorong petani untuk bergabung dalam Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
Melalui UPPB, standar kualitas karet (Bokar) akan ditentukan secara ketat sebelum masuk ke pabrik. Hal ini bertujuan agar petani mendapatkan nilai tawar yang lebih tinggi dan hasil produksi yang sesuai dengan standar industri internasional. Sumsel sendiri merupakan salah satu lumbung karet nasional dengan total luas lahan mencapai 1,2 juta hektare.
"Kalau kondisi masih seperti yang lama ya, itu total 1,2 juta hektare, sebagian besar itu karet di Sumsel. 1,2 juta hektar ini paling besar itu di daerah Muara Enim, Banyuasin, seperti itu kan sentra-sentra karet," ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh Ani Safitri peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(csb/csb)