Jaga Stabilitas Harga di Sumsel, Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

Sumatera Selatan

Jaga Stabilitas Harga di Sumsel, Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 07 Jun 2026 13:30 WIB
Bulog Sumsel Babel mempercepat penyaluran bantuan pangan beras
Foto: Bulog Sumsel Babel mempercepat penyaluran bantuan pangan beras (Dok. Istimewa)
Palembang -

Sebagai upaya menjaga harga pangan, Bulog Sumsel Babel terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng, serta mengoptimalkan distribusi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan menjelaskan percepatan distribusi beras SPHP dilakukan secara meluas ke pasar rakyat, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer binaan pemerintah daerah.

"Untuk penyaluran SPHP hingga saat ini, totalnya mencapai 11.429.140 atau 11,4 ribu ton di wilayah Sumsel Babel," ujar Ihsan, Minggu (7/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain SPHP, Bulog juga telah menyalurkan Bantuan Pangan beras dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di dua provinsi tersebut, yakni mencakup beras sebanyak 12.080.300 kg dan minyak goreng sejumlah 2.416.060 L.

"Jadi jika dipersentasekan yakni sebesar 54.74 persen. Stok yang dikuasai Bulog Sumsel Babel sebanyak 116 ribu ton per hari ini," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Ihsan menjelaskan kombinasi penyerapan gabah lokal telah mencapai 94,4 ribu ton serta penyaluran SPHP dan bantuan pangan yang tepat sasaran.

"Bulog memastikan daya beli masyarakat akan tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar konsumen," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menerangkan pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah.

"Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia," kata Rizal.

Realisasi bantuan pangan di tingkat nasional sendiri tercatat telah disalurkan hampir 60 persen, atau diterima oleh hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari target total 33,2 juta KPM yang dibidik rampung akhir Juni.

Sampai dengan tanggal 6 Juni 2026 penyaluran bantuan pangan beras telah terealisasi hampir 60 persen atau telah diterima oleh hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari total target 33,2 juta KPM.

"Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026," ungkapnya.

Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.

Oleh sebab itu, Bulog mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena seluruh cadangan pangan pemerintah daerah berada dalam kondisi aman dan mencukupi.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads