QRIS Dorong Wisata Digital di Pagar Alam, Geliat Hidupkan Ekonomi Lokal

Sumatera Selatan

QRIS Dorong Wisata Digital di Pagar Alam, Geliat Hidupkan Ekonomi Lokal

Dwi Apriani - detikSumbagsel
Jumat, 26 Jun 2026 15:30 WIB
Salah satu pengunjung Green Paradise melakukan transaksi nontunai saat membeli tiket masuk
Foto: Salah satu pengunjung Green Paradise melakukan transaksi nontunai saat membeli tiket masuk (Dwi Apriani)
Pagar Alam -

Amrozi bersama istri dan tiga anaknya tiba di area wisata Green Paradise Pagar Alam, Selasa (23/6/2026). Di tengah cuaca terik siang itu, senyum merona tergambar jelas di wajah mereka.

Dengan Langkah pasti, pria berusia 44 tahun itu langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk area wisata. Dia terlihat menggerakkan jemarinya, menghitung berapa besar biaya yang harus dibayar. Bukannya mengeluarkan uang dari dompetnya, ia malah mengambil handphone dari saku celananya. Tak lama, Amrozi memindai barcode QRIS yang tertempel di kaca loket tersebut.

Setelah memindai barcode, ia pun mengetik nominal yang harus dibayarnya, yakni Rp 95 ribu. Petugas menjelaskan Rp 75 ribu untuk tiket kelima anggota keluarga tersebut, sementara Rp 20 ribu untuk parkir mobil dan dua bungkus pakan ikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendapat tiket dan pakan ternak dari petugas, mereka pun langsung masuk ke tempat wisata tersebut. Di sana, mereka menghabiskan waktu libur dengan memberi makan ikan, berswafoto dengan taman bunga hingga air terjun mini, kemudian menyapa beberapa hewan yang berada di kebun binatang mini di tempat tersebut.

"Ini kali pertama ke tempat wisata ini, banyak teman yang kasih rekomendasi tempat ini. Kami datang dari Palembang ke sini memang untuk berwisata di Pagar Alam karena anak-anak sudah libur sekolah," kata dia.

ADVERTISEMENT

Selain tempatnya menarik karena berbaur dengan alam, ada banyak fasilitas di tempat wisata ini yang membuat keluarga tersebut nyaman. Mulai dari fasilitas wisata, kolam pemandian, kuliner, hingga sarana dan prasarana yang lain. Bukan hanya itu, tempat wisata ini juga mempermudah akses wisatawan dalam hal pembayaran, karena selain menerima pembayaran tunai juga ada fasilitas pendukung untuk pembayaran transaksi melalui nontunai.

"Enaknya di sini itu kalau mau bayar atau transaksi apapun bisa pakai QRIS. Jadi gak repot dan gak ribet jika harus keluarkan uang cash. Yang begini biasanya penting bagi kami, karena kami pribadi bisa atur pengeluaran selama berwisata jika menggunakan nontunai," ucapnya.

Green Paradise di Pagaralam.Green Paradise di Pagaralam. Foto: Dok. Instagram/PesonaSriwijaya

Amrozi juga menuturkan hampir di setiap tempat wisata yang ada di Pagar Alam sudah menerapkan system pembayaran nontunai ini, termasuk di lokasi glamping tempatnya menginap, yakni di Dempo Highland Pagar Alam yang berada di Kawasan Gunung Dempo. Di sana juga sudah menggunakan transaksi nontunai untuk pembayaran. Termasuk saat menikmati secangkir kopi di Bukit Tungguan Pagar Alam yang pengelolanya sudah menyediakan layanan QRIS untuk tiket masuk dan pemesanan makanan dan minuman.

"Kalau bagi kami wisatawan itu yang penting bisa praktis, terutama dalam hal pembayaran. Akan sangat senang sekali jika pengelola tempat wisata dan pemerintah daerah menyediakan layanan ini di semua sector pariwisata," jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Endah Puspita, wisatawan asal Musi Banyuasin. Dia mengatakan liburan ke Pagar Alam adalah salah satu tujuannya di libur sekolah saat ini. Karena ia ingin mengenalkan alam kepada anak-anaknya.

"Kami kemarin menginap di Dusun Camp Riverside. Saya dan suami serta anak kami satu-satunya. Memang memilih berwisata ke Pagar Alam sebagai hadiah libur sekolah bagi anak kami," jelasnya.

Selain tempat menginap yang menarik berada di pinggir sungai bebatuan, di sana juga sangat nyaman karena benar-benar memberikan suasana berbeda. "Di Dusun Camp ini kami memilih tempat menginap yang berada di pinggir sungai, jadi suasananya benar-benar teduh, tenang dan hawanya juga dingin menyejukkan," kata dia.

Di sana juga menyediakan fasilitas barbeque dan aneka kuliner lain, termasuk minuman hangat.

"Tempat ini cukup jauh dari pusat kota Pagar Alam. Namun di sini untuk semua transaksi sudah menyediakan QRIS. Jadi gak perlu ke kota untuk cari ATM dan Tarik uang. Dengan scan barcode aja, sudah bisa mendapatkan banyak layanan, termasuk bayar penginapan," kata dia.

Sebelum ke Dusun Camp Riverside, perempuan berusia 31 tahun itu sempat mendatangi pusat oleh-oleh Putra Abadi. Dia juga mengaku di tempat tersebut sudah menyediakan layanan pembayaran dengan QRIS, sehingga uang tunai yang dipegangnya nyaris masih utuh.

"Iya sebelum ke sini kami mampir ke Putra Abadi, dan di sana ada banyak oleh-oleh khas Pagar Alam, mulai dari kopi robusta, kopi arabika, aneka keripik hingga cokelat tempe. Dan beruntungnya juga, sudah ada fasilitas pembayaran nontunai di sana," kata dia.

Pemanfaatan Digitalisasi Digencarkan

Pemilik wisata Green Paradise, Zamhari Hamka mengatakan kunjungan ke tempat wisata tersebut cukup meningkat saat libur sekolah tiba. Pada weekend, pengunjung bisa mencapai ratusan orang, sementara pada hari libur nasional atau libur panjang, pengunjung bisa mencapai ribuan orang per harinya.

"Wisatawan yang datang bukan hanya dari Sumatera Selatan saja, tapi juga banyak dari luar Sumsel, bahkan biasanya juga ada turis datang ke sini. Promosi aktif kita lakukan di sosmed, sehingga membuat banyak wisatawan yang melirik dan datang ke sini," ucapnya.

Pengelola juga terus konsisten dalam menyediakan berbagai fasilitas wisata di sana. Bukan sekedar kolam ikan dan air terjun mini, pihaknya juga menyediakan taman bunga dan juga fasilitas glamping di lokasi tersebut.

"Fasilitas di sini makin kita lengkapi agar membuat pengunjung makin merasa nyaman. Dan salah satunya memang fasilitas pembayaran. Sejak beberapa tahun belakang, kami sudah menyediakan layanan QRIS untuk semua proses transaksi di tempat ini, dan selama ini memang sebagian besar wisatawan memanfaatkannya," ucapnya.

UMKM Putra Abadi yang menjual oleh-oleh khas Pagar AlamUMKM Putra Abadi yang menjual oleh-oleh khas Pagar Alam Foto: Dwi Apriani

Pemilik Toko Oleh-oleh Putra Abadi, Weni Yuniarti Bastian mengatakan pihaknya menyediakan berbagai oleh-oleh Pagar Alam, mulai dari kopi hingga berbagai keripik dan cemilan.

"Semua oleh-oleh yang ada di sini adalah hasil dari perkebunan sendiri, dan semuanya juga diproses dan dibuat dengan bantuan masyarakat lokal. Termasuk untuk produk kopi robusta dan arabika yang kita jual. Jadi benar-benar made in Pagar Alam," kata dia.

Weni juga menyediakan area icip-icip dan kopi gratis di pelataran toko tersebut sehingga mereka yang berbelanja bisa bersantai di depan toko. Saat transaksi, konsumen juga bisa menggunakan pembayaran nontunai karena pihaknya menyiapkan barcode QRIS di area kasir.

"Bisa dengan QRIS. Kami sudah lama menyediakan QRIS ini, karena memang banyak konsumen sekarang yang melakukan pembayaran dengan ini. Dan sejak ada layanan QRIS ini, semakin banyak konsumen yang berbelanja di sini," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansah mengatakan pemerintah daerah terus menggencarkan digitalisasi kepada para pelaku usaha di sektor wisata, termasuk pengelola tempat wisata.

"Setiap pelaku usaha sudah harus mampu melek terhadap kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan digitalisasi. Dengan memberikan layanan kemudahan dalam hal pembayaran, maka geliat ekonomi akan semakin tumbuh. Wisatawan juga akan merasa nyaman selama berada di Pagar Alam," kata dia.

Selain itu, dia berharap Kota Pagar Alam akan semakin berkembang dan maju ke depannya melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, apalagi di usia perak saat ini.

"Kota ini sudah berusia 25 tahun, karena itu semua sektor harus terus semangat dalam memaksimalkan potensi daerah sehingga daerah kita akan semakin maju," kata dia.

Pembayaran nontunai di salah satu UMKM di Pagar AlamPembayaran nontunai di salah satu UMKM di Pagar Alam Foto: Dwi Apriani

Kepala Perwakilan BI Sumsel Bambang Pramono mengatakan Bank Indonesia terus berupaya mendorong transformasi digital agar menjadi fondasi penguatan daya saing dan ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, digitalisasi bisa meningkatkan efisiensi, transparansi, membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM dalam memperluas akses pasar. "Kami selalu berupaya dalam memperluas penggunaan QRIS dan meningkatkan literasi pembayaran digital," kata Bambang.

Dalam sektor pariwisata daerah, Bank Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan digitalisasi bagi para pengelola wisata hingga pelaku UMKM. Karena dia menilai pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pariwisata bisa menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Penggunaan QRIS juga dinilai sudah menjadi penopang utama dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang mudah, cepat, dan nyaman. Mulai dari kuliner, oleh-oleh, hingga tiket masuk objek wisata.

Selain itu, QRIS juga menjadi game changer dalam industri pariwisata digital yang tidak sekadar mempermudah wisatawan domestik namun juga dapat digunakan oleh wisatawan mancanegara.

Bambang menyebut digitalisasi adalah kunci kenyamanan wisatawan yang dapat memberi kemudahan dalam transaksi sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

"Kami berharap agar semua pengelola tempat wisata dan pelaku UMKM memanfaatkan digitalisasi ini karena salah satu kuncinya adalah kemudahan sistem pembayaran digital," ucapnya.

Berdasarkan data, penggunaan QRIS di wilayah Sumsel makin menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan hingga Maret 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp 2,97 triliun atau tumbuh 46,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai transaksi juga tercatat meningkat, jumlah merchant QRIS di Sumsel kini telah mencapai 1,15 juta orang.

"Ini menunjukkan bahwa pemanfaatan digitalisasi makin meluas. Namun, kami menilai bahwa ruang untuk memperluas penggunaan QRIS masih sangat besar sehingga edukasi akan terus kami lakukan," jelasnya.




(rep/rep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads