Kota Palembang yang terkenal dengan ikon Jembatan Ampera dan kuliner pempeknya sering kali menjadi tujuan utama bagi para pendatang. Salah satu tantangan awal yang kerap dihadapi oleh para pendatang saat menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya adalah kendala komunikasi dan bahasa daerah.
Penggunakan kosakata bahasa Palembang dalam sehari-hari masih dipertahankan dengan sangat erat oleh masyarakat lokal. Warga menggunakannya sebagai alat komunikasi utama di semua lini aktivitas, mulai dari sekolah, tongkrongan, hingga proses tawar-menawar di pasar tradisional.
Bagi detikers yang baru pertama kali di Palembang dan ingin cepat akrab dengan warga lokal, memahami kata-kata dasar adalah kunci utamanya. Dikutip dari buku Struktur Bahasa Melayu Palembang yang diunggah Kemendikbud, kosakata yang digunakan masyarakat asli Palembang tidak semuanya berakhiran o. Ada beberapa kata yang memiliki penggalan kata tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
20 Kosakata Bahasa Palembang Sehari-hari
Untuk mempermudah proses adaptasi Anda, berikut adalah 20 kosakata bahasa Palembang umum yang sering dipakai dalam obrolan sehari-hari, lengkap beserta contoh kalimat dan artinya.
1. Apo (Apa)
Contoh Kalimat: "Apo kabar kau hari ini?"
Artinya: "Apa kabar kamu hari ini?"
2. Ngapo (Kenapa)
Contoh Kalimat: "Ngapo tadi kau dak datang ke sekolah?"
Artinya: "Kenapa tadi kamu tidak datang ke sekolah?"
3. Cakmano (Bagaimana)
Contoh Kalimat: "Cakmano skripsi kau, lah udem apo belom?"
Artinya: "Bagaimana skripsi kamu, sudah selesai apa belum?"
4. Dimano (Di mana)
Contoh Kalimat: "Dimano kau tinggal sekarang?"
Artinya: "Di mana tempat tinggal kamu sekarang?"
5. Kemano (Ke mana)
Contoh Kalimat: "Nak kemano kito hari ini?"
Artinya: "Mau ke mana kita hari ini?"
6. Siapo (Siapa)
Contoh Kalimat: "Siapo namo budak itu?"
Artinya: "Siapa nama anak itu?"
7. Kau (Kamu)
Contoh Kalimat: "Kau nak makan apo siang ini?"
Artinya: "Kamu mau makan apa siang ini?"
8. Ayuk (Kakak Perempuan)
Contoh Kalimat: "Kenali, ini ayuk aku namonyo Putri."
Artinya: "Kenalkan, ini kakak perempuan saya namanya Putri."
9. Mamang (Paman)
Contoh Kalimat: "Mang, beli pempek ini sikok bae."
Artinya: "Paman, beli pempek ini satu saja."
10. Cek (Panggilan untuk Perempuan Dewasa)
Contoh Kalimat: "Cek, berapo harga baju ini?"
Artinya: "Mbak/Kak, berapa harga baju ini?"
11. Yai/Yek/Datuk (Kakek)
Contoh Kalimat: "Yai, minta tolong agek bawak makanan ke rumah yo."
Artinya: "Kakek, minta tolong nanti bawakan makanan ke rumah ya."
12. Nyai/Nyek (Nenek)
Contoh Kalimat: "Nyai darimano tadi, baru tejingok?"
Artinya: "Nenek dari mana tadi, baru kelihatan?"
13. Bicek/Bicik (Bibi)
Contoh Kalimat: "Bicek kami nak balek doson agek."
Artinya: "Bibi kami mau pulang kampung nanti."
14. Balek (Pulang)
Contoh Kalimat: "Baleklah, lah dalu nian ini."
Artinya: "Pulanglah, sudah malam sekali ini."
15. Beguyur (Pelan-pelan/Perlahan)
Contoh Kalimat: "Beguyur bae jalani hidup ini."
Artinya: "Jalani saja pelan-pelan hidup ini."
16. Becaro (Sopan Santun/Tahu Bersikap)
Contoh Kalimat: "Jadi wong itu harus tau becaro."
Artinya: "Jadi orang itu harus tahu sopan santun."
17. Buyan/Lolo (Bodoh)
Contoh Kalimat: "Dak boleh ngatoki wong buyan."
Artinya: "Tidak boleh mengatai orang bodoh."
18. Betakoan (Banyak Gaya/Sombong)
Contoh Kalimat: "Betakoan nian kau, cak wong kayo bae."
Artinya: "Banyak gaya sekali kamu, seperti orang kaya saja."
19. Siru (Heboh/Ribut)
Contoh Kalimat: "Ado apo oi di luar, siru nian caknyo?"
Artinya: "Ada apa ya di luar, heboh sekali tampaknya?"
20. Payo (Ayo/Mari)
Contoh Kalimat: "Payo kito balek, lah nak ujan."
Artinya: "Ayo kita pulang, sudah mau hujan."
Nah, itulah daftar 20 kosakata bahasa Palembang sehari-hari yang paling sering digunakan oleh warga Wong Kito Galo. Dengan memahami dan mempraktikkan kata-kata di atas, proses interaksi sosial dijamin akan terasa lebih luwes dan akrab. Selamat mencoba dan belajar ya, detikers.
Simak Video "Video: 3 Penusuk Sopir Truk di SPBU Palembang Ditangkap, 1 Orang Masih DPO"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)