Jambi - Tradisi olah beluluk ini masih dijumpai di Desa Jambi Tulo, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, dan jadi sumber cuan warga saat Ramadan.
Foto Jambi
Potret Warga Jambi Panen Beluluk dan Hasilkan Cuan Saat Ramadan
Foto: Beluluk yang dipanen akan dibawa ke rumah untuk direbus dan diambil bagian dalamnya. Sebelum masuk panci rebusan, beluluk yang masih menempel di tangkai akan dipereteli satu per satu. Selanjutnya, beluluk akan dimasukkan ke dalam panci berisi air dan akan direbus selama satu jam. (Dimas Sanjaya)
Foto: Tradisi mengolah beluluk di Jambi yang masih dipertahankan hingga kini dan menjadi sumber rupiah. Setelah beluluk direbus, maka warga akan melepaskannya dari cangkang. (Dimas Sanjaya)
Foto: Beluluk yang sudah direbus dan dikupas kemudian dibersihkan atau dicuci dengan air. Beluluk atau kolang-kaling ini menjadi salah satu mata pencarian warga Jambi saat bulan Ramadan tiba. (Dimas Sanjaya)
Foto: Beluluk yang sudah diproses masaknya, siap dijual ke pasaran. Beluluk atau kolang-kaling ini menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat di Jambi karena banyaknya permintaan pelanggan. Dalam sehari, setiap warga yang melakukan aktivitas memanen ini bisa menghasilkan 30 kilogram beluluk yang siap dijual, dengan harga per kilogramnya sebesar Rp 15.000. (Dimas Sanjaya)