Polisi menemukan tiga hektare ladang ganja di kawasan perbukitan, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Saat di lokasi, petugas sempat mengamankan dua orang diduga penjaga lahan yakni pria berinisial RD (22), dan wanita inisial A (18).
Namun, saat hendak dibawa petugas, warga sekitar menghalangi dan terduga pelaku dibawa warga dari polisi.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya mengatakan untuk mencapai ke lokasi ladang ganja, petugas memerlukan waktu kurang lebih enam sampai delapan jam.
"Lokasi yang ditemukan cukup luas, yakni sekitar tiga hektare yang terbagi dalam dua lahan berbeda," katanya dari keterangan resmi yang diterima detikSumbaagsel, Sabtu (14/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di lokasi petugas mengamankan dua orang yang berada di sebuah pondok yakni RS A. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal keduanya bertugas menjaga kebun tersebut.
Namun, proses evakuasi dan pengamanan terhadap kedua orang tersebut, petugas sempat mengalami kendala serius. Sekitar 30 orang warga mulai mendatangi lokasi dan melakukan intervensi kepada petugas.
Situasi semakin memanas ketika massa bertambah hingga sekitar 50 orang yang membawa senjata tajam serta melakukan pemblokiran jalan menuju lokasi dengan menebang pohon.
"Personel di lapangan sempat mendapatkan penghadangan dan tekanan dari massa yang meminta agar dua orang tersebut dilepaskan. Karena kalah jumlah dan demi keselamatan personel, keduanya sempat diambil paksa oleh massa saat akan dibawa," ujarnya.
Saat ini, Polda Sumsel telah mengirimkan personel tambahan untuk melakukan penguatan di lokasi dan membantu proses pencarian kembali terhadap kedua orang yang dibawa paksa.
Pihaknya juga melakukan penggalangan kepada tokoh masyarakat dan keluarga agar bersikap kooperatif dan menyerahkan diri kepada pihak berwajib.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menghalangi proses penegakan hukum. Tindakan menghalang-halangi petugas memiliki konsekuensi hukum sendiri. Fokus kami saat ini adalah mengamankan barang bukti dan memastikan situasi di wilayah tersebut kembali kondusif," ujarnya.
(csb/csb)