Wanita di Kaltim Dimutilasi Suami Siri-Ibu Angkat gegara Tuduhan Selingkuh

Regional

Wanita di Kaltim Dimutilasi Suami Siri-Ibu Angkat gegara Tuduhan Selingkuh

Riani Rahayu - detikSumbagsel
Senin, 23 Mar 2026 13:00 WIB
Penemuan potongan tubuh di Samarinda.
Foto: Penemuan potongan tubuh di Samarinda (Dok. Istimewa)
Samarinda -

Seorang wanita di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi korban pembunuhan oleh orang terdekatnya. Korban bernama Suwimih (35), warga asal Pemalang yang tinggal di Samarinda.

Dilansir detikKalimantan, motif di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Samarinda ini adalah sakit hati serta keinginan menguasai barang milik korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini terungkap saat warga menemukan potongan tubuh manusia di Jalan Gunung Pelanduk, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar menjelaskan saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah tidak utuh dan belum diketahui identitasnya.

ADVERTISEMENT

"Korban awalnya belum diketahui identitasnya dan masih berstatus Mrs X. Setelah proses identifikasi oleh Inafis, sekitar satu hingga dua jam kemudian korban diketahui bernama Suwimih binti Camim, usia 35 tahun, warga asal Pemalang yang tinggal di Samarinda," ujar Hendri saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Minggu (22/3/2026).

Ia menyebut pembunuhan itu telah direncanakan oleh dua pelaku sejak Januari 2026. Mereka bahkan sudah melakukan survei lokasi untuk pembuangan jasad korban di kawasan Gunung Pelanduk.

"Dari hasil pemeriksaan, sejak Januari pelaku sudah merencanakan, termasuk menentukan lokasi pembuangan jenazah," katanya.

Lalu pada 18 Maret 2026, pelaku perempuan berinisial R mendapat informasi korban akan pulang ke Jawa. Hal itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk menyusun ulang rencana eksekusi. Kemudian pada 19 Maret 2026, korban diajak menginap di rumah pelaku R di Jalan Anggur, Samarinda Ulu.

Korban sempat bertemu pelaku laki-laki berinisial J alias W di sebuah masjid sebelum akhirnya bersama menuju rumah tersebut.

"Sekitar pukul 23.00 Wita, mereka sudah berada di rumah. Korban tidur bersama tersangka R, sementara tersangka laki-laki tidur terpisah," ujarnya.

Aksi kekerasan terjadi pada 20 Maret 2026 sekitar pukul 02.30 Wita saat korban sedang tertidur. Pelaku J memukul korban menggunakan balok ulin hingga korban terbangun, menangis, dan berusaha melarikan diri.

"Korban sempat meminta perlindungan ke tersangka R, namun didorong keluar dan kembali dianiaya oleh tersangka J. Penganiayaan berlangsung hingga sekitar pukul 06.00 Wita hingga korban dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Setelah memastikan korban meninggal, lanjut dia, pelaku sempat beristirahat, sementara pelaku R membersihkan bekas darah di rumah. Pada sore harinya sekitar pukul 16.00 Wita, kedua pelaku mulai memutilasi tubuh korban.

"Pemotongan dilakukan oleh tersangka J menggunakan mandau, palu, dan papan sebagai alas," katanya.

Selanjutnya pada pukul 19.00 Wita, kedua pelaku mulai membuang bagian tubuh korban menggunakan motor. Dua karung pertama dibuang di kawasan Gunung Pelanduk, kemudian pelaku kembali ke rumah.

"Sekitar pukul 01.00 dini hari, pelaku kembali mengambil satu karung lainnya dan dibuang ke lokasi yang sama. Mereka sengaja menggunakan rute berbeda agar tidak terdeteksi," tuturnya.

Setelah itu, kedua pelaku kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa keesokan harinya. Hingga akhirnya pada 21 Maret 2026 siang, warga menemukan potongan tubuh korban dan melaporkannya ke polisi.

Polisi bergerak cepat dan pada 22 Maret 2026 dini hari menangkap kedua pelaku. Pelaku J ditangkap saat berada di sebuah masjid di kawasan Samarinda Ulu. Sementara itu, pelaku R diamankan di rumahnya yang merupakan TKP pembunuhan.

"Pelaku J kami amankan di sebuah masjid saat berusaha kabur dan tertidur di sana. Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak penemuan, kedua pelaku berhasil kami amankan," pungkasnya.

Hendri Umar menjelaskan terdapat dua motif utama yang melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut. Motif tersebut yakni sakit hati serta keinginan menguasai barang milik korban.

"Pelaku melakukan ada dua motifnya. Yang pertama, merasa sakit hati dengan tuduhan-tuduhan dari korban yang menyatakan bahwa kedua pelaku ini telah selingkuh dan telah melakukan hubungan badan berkali-kali," ujar Hendri.

Selain itu, pelaku juga diduga ingin menguasai barang-barang milik korban. Barang tersebut meliputi kendaraan bermotor hingga alat komunikasi dan barang berharga lainnya.

"Motif yang kedua juga untuk menguasai barang-barang yang dimiliki oleh korban. Baik itu berupa kendaraan bermotor maupun alat komunikasi berupa handphone dan alat-alat berharga lainnya," lanjutnya.

Dia memastikan aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan. Kedua pelaku telah menyusun rencana sejak Januari 2026, termasuk menentukan lokasi pembuangan jasad korban.

"Sejak bulan Januari 2026 disampaikan bahwa kedua pelaku ini sudah melakukan perencanaan. Bahkan mereka sudah melakukan survei untuk nanti lokasi pembuangan jenazah korban ini setelah dieksekusi," katanya.

Dari hasil perencanaan tersebut, pelaku akhirnya memilih kawasan Gunung Pelanduk sebagai lokasi pembuangan. Lokasi itu bahkan telah ditentukan jauh sebelum aksi pembunuhan dilakukan.

"Sehingga akhirnya dari Januari 2026 mereka sudah memutuskan bahwa nanti korban akan dibuang di daerah TKP ditemukannya mayat tersebut yaitu di Gunung Pelanduk," jelasnya.

Rencana eksekusi semakin dimatangkan setelah korban berencana pulang ke kampung halamannya di Jawa. Hal tersebut dianggap sebagai momentum oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.

"Pada tanggal 18 Maret 2026, tersangka perempuan menyampaikan bahwa korban ini akan pulang ke Jawa. Dengan pertimbangan ini, disampaikan bahwa ini sudah saatnya bagi korban untuk dieksekusi," ungkapnya.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan itu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pembunuh Karyawati Koperasi di Pasangkayu Divonis Penjara Seumur Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads