Motif Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan karena Pelaku Sakit Hati Dicaci Maki

Sumatera Selatan

Motif Pembunuhan Staf Bawaslu OKU Selatan karena Pelaku Sakit Hati Dicaci Maki

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Minggu, 29 Mar 2026 13:00 WIB
Polisi menemukan barang milik staf Bawaslu OKU Selatan yang dibawa kabur oleh pelaku
Polisi menemukan barang milik staf Bawaslu OKU Selatan yang dibawa kabur oleh pelaku (Foto: Istimewa/Polres OKU Selatan)
OKU Selatan -

Maria Simaremare (39), staf Bawaslu OKU Selatan, Sumatera Selatan, tewas setelah dibunuh pacarnya berinisial SHLNN (34). Ternyata, motif pembunuhan ini karena pelaku sakit hati dicaci maki oleh korban.

"Berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan terhadap tersangka, dugaannya karena sakit hati akibat kata-kata kasar yang diucapkan korban," kata Kasatreskrim Polres OKU Selatan, AKP Anton L Sinaga, Minggu (29/3/2026).

Kronologi Kejadian

Anton menjelaskan, kejadian berawal saat tersangka datang ke rumah korban, pada Jumat (22/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB dan menginap selama empat hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudia, lanjutnya, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, antara korban dan tersangka terjadi cekcok mulut. Perselisihan itu dipicu oleh ucapan korban yang dinilai merendahkan dan menyakiti perasaan tersangka.

"Tersangka yang tersinggung kemudian melakukan tindak kriminal dengan mencekik leher korban hingga tidak berdaya," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pelaku yang masih terbawa emosi, kemudian mengambil pisau dari dalam tasnya dan menggorok leher korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Setelah itu, tersangka memastikan korban sudah tidak bernyawa," ungkap Anton.

Usai menghabisi korban, tersangka berusaha menghilangkan jejak dengan merapikan pakaian dan membersihkan darah yang menempel di tubuhnya.

"Tersangka kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban berupa laptop, handphone, dompet berisi uang tunai, serta identitas diri korban," katanya.

Selain itu, tersangka juga membawa kabur sepeda motor milik korban sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.

"Pada saat tersangka meninggalkan rumah korban, ada saksi yang melihat tersangka saat hendak mengunci pintu rumah," tambahnya.

Jasad korban sendiri ditemukan keesokan harinya oleh warga yang curiga karena korban tidak terlihat keluar rumah.

"Saksi mencoba memanggil korban namun tidak ada tanggapan, hingga akhirnya warga membuka paksa jendela dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads