Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah truk batu bara yang melintas di jalur Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan dihentikan paksa. Diduga truk tersebut dikawal oleh oknum polisi.
Diketahui truk tersebut dihentikan oleh pihak Dishub Muratara di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Rupit,Muratara, Sumatera Selatan pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Dalam video tersebut, terlihat satu truk batu bara dihentikan paksa oleh anggota Dishub Muratara yang sedang berjaga di wilayah tersebut. Kemudian terdapat satu mobil yang mengawal truk tersebut juga dihentikan. Mereka kemudian merekam hal tersebut dan menuduh pengawal truk itu adalah anggota polisi Muratara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini nah mobil batu bara dikawal oleh anggota polisi, Ininah anggotanya. Mobilnya sudah lewat tiga, dikawal anggota polisi," ujar salah satu petugas Dishub dalam video tersebut, Kamis (2/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan pihaknya sudah memeriksa oknum yang diduga anggota polisi serta 4 petugas Dishub Muratara yang berjaga saat itu.
"Awalnya mobil itu kan disuruh berhenti dan mereka gak mau, akhirnya dipaksa berhenti dan sempat mau ribut sampai akhirnya dia bilang yang jaga truk itu anggota polisi," katanya.
"Kami tanya itu polisi mana gak tahu, mereka (Anggota Dishub Muratara) cuma nuduh mereka polisi cuman identitas gak ada, cuman ngomong mereka polisi Muratara. Sudah saya tanya satu-satu anggota tapi tidak ada yang kenal, mereka cuman ngomong aja," sambungnya.
Karim menjelaskan terdapat 5 truk batu bara yang melintas saat itu. Kemudian mobil tersebut dikawal oleh 3 mobil yang diduga adalah anggota polisi.
"Truk batu bara itu dari Jambi ke Bengkulu, setelah di rekam itu truk batu bara tadi langsung kabur. Disana hanya dijaga oleh anggota Dishub, tidak ada anggota polisi yang jaga di sana. itu ada 5 truk dikawal oleh 3 mobil informasinya," jelasnya.
Karim menjelaskan saat ini 4 anggota Dishub Muratara yang menuduh pengawal truk batu bara tersebut adalah polisi masih dimintai keterangan di Unit Pidsus Satreskrim Polres Muratara terkait video tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muratara Iptu Nasirin mengatakan pihaknya masih memeriksa 4 anggota piket Dishub Muratara yang membuat video tersebut.
"Ada 4 anggota piket malam Dishub Muratara yang dimintai keterangan terkait tuduhan itu. Kalau yang dituduh anggota polisi yang ngawal itu tidak diperiksa karena memang bukan anggota kita," katanya.
Nasirin menegaskan tuduhan pengawal truk batu bara yang diduga anggota polisi tersebut tidak benar.
"Saat ini masih dimintai keterangan, namun tidak ada oknum yang dituduhkan itu. Mungkin karena malam jadi mereka capek dan jadi salah paham," tuturnya.
(dai/dai)