Ortu Santri di Babel Laporkan Maskapai Penerbangan Usai Anaknya Gagal Terbang

Bangka Belitung

Ortu Santri di Babel Laporkan Maskapai Penerbangan Usai Anaknya Gagal Terbang

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Jumat, 03 Apr 2026 16:26 WIB
Orang tua santri saat membuat laporan di SPKT Polda Babel.
Orang tua santri saat membuat laporan di SPKT Polda Babel. (Foto: Istimewa/Polda Babel)
Pangkalpinang -

Puluhan penumpang maskapai penerbangan di Bandara Depati Amir, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), gagal berangkat usai boarding pass. Atas insiden itu, mereka ramai-ramai melaporkan kejadian tersebut ke Polda Babel.

Informasi dihimpun detikSumbagsel, Jumat (3/4/2026), kejadian tersebut terjadi pada Kamis (2/4) kemarin. Maskapai yang ditumpangin santri itu tujuan Pangkalpinang-Jakarta-Surabaya, dengan nomor penerbangan IU 3823. Dilihat diboarding pass, pesawat terbang pukul 07.55 WIB.

Pesawat ini kabarnya membawa rombongan santri sebanyak 72 orang dari Pulau Bangka menuju Surabaya. Namun, saat antre masuk ke pesawat, 29 di antaranya dihentikan oleh staf maskapai dengan alasan close gate.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini membuat gaduh penumpang, karena telah boarding pass. Kejadian ini dilaporkan ke Polda Babel lantaran tidak ada kejelasan dari pihak maskapai.

ADVERTISEMENT

Kabid Humas Polda Babel Kombes Agus Sugiyarso membenarkan adanya laporan kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen oleh maskapai penerbangan itu di Bandara Depati Amir. Kata dia, kasusnya masih dalam penyelidikan.

"Benar, laporan tersebut sudah ditangani oleh penyidik Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung. Saat ini sudah disusun rencana untuk penyelidikan awal," kata Agus di Mapolda, Jumat.

Agus menegaskan, pihak pelapor yakni perwakilan wali santri sudah dimintai keterangan oleh penyidik. Ia menyebut dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil pihak dari maskapai termasuk pihak terkait lainnya.

"Pelapor sudah kita mintai keterangan. Langkah selanjutnya nanti penyidik akan memanggil pihak dari maskapai bersangkutan untuk dimintai keterangan juga terkait hal ini," tegasnya.

Ia memastikan bahwa setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti secara profesional, transparan dan berkeadilan.

"Kami juga memahami situasi yang dialami para penumpang saat ini. Oleh karena itu, kita berkomitmen untuk mengawal semua proses yang sudah berjalan ini hingga tuntas," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads