Pelaku pembunuhan lansia di lingkungan Pondok Pesantren Romadon, Roni (73) berhasil ditangkap Satreskrim Polres OKU Timur. Polisi menyebut pelaku berinisial RAH (24), warga Jalan Pertanian Kora Baru, Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan tersebut positif mengonsumsi narkoba.
Pembunuhan ini terungkap setelah korban ditemukan tergeletak tewas bersimbah darah dengan penuh luka di lingkungan pondok pesantren Romadon, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Selasa (7/4/2026) sore. Tak sampai satu jam, pelaku RAH berhasil ditangkap Satreskrim Polrestabes OKU Timur tak jauh dari lokasi kejadian.
Kasatreskrim OKU Timur Iptu Rendi Romadona mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa mengambil keterangan terkait motif pembunuhan tersebut terhadap pelaku. Namun, setelah dilakukan tes urine, pelaku positif mengonsumsi narkoba. Pernyataan atau keterangan yang diberikan pelaku pun selalu berubah-ubah atau tidak konsisten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini kami masih menggali motif pembunuhan yang dilakukan pelaku. Selain itu, pelaku positif narkoba dan masih di bawah pengaruh narkoba jadi keterangannya masih berubah-ubah," kata Kasatreskrim.
Diberitakan sebelumnya, pria lansia bernama Roni (73) ditemukan tewas dibunuh di lingkungan Ponpes Romadon, Martapura, OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Tersangka berinisial RAH (24) sudah ditangkap Satreskrim Polrestabes OKU Timur.
"Pelaku sudah ditangkap. Hingga saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan terkait motif penusukan yang dilakukan tersangka kepada korban," kata Kasatreskrim Polres OKI Timur, Iptu Rendi Romadona, kepada detikSumbagsel, Rabu (8/4/2026).
Selain tersangka, polisi juga sudah mengantongi barang bukti saat pelaku membunuh Roni. Barang bukti beserta pelaku sudah dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Rendi menjelaskan, korban ditemukan tewas bersimbah darah oleh salah santri yang sempat berada di lokasi kejadian. Saat itu, saksi melihat tersangka RAH bertemu korban dan sempat berbincang-bincang. Tanpa diketahui, perbincangan itu menjadi malapetaka yang menewaskan Roni.
Awalnya, tersangka RAH (24) warga Jalan Pertanian Kota Baru, Martapura, OKU Timur datang dari arah gerbang pondok dengan berjalan santai dan sempat mendekati korban Roni alias Mbah Roni.
Kemudian tersangka mengajak korban berbicara sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, situasi berubah drastis. Tersangka tiba-tiba menyerang secara brutal.
"Tersangka secara tiba-tiba melompat ke arah korban, memegang kerah baju korban, lalu melakukan penusukan yang mengenai dada, perut, tangan hingga kepala," jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, kata Rendi, korban terjatuh dengan kondisi bersimbah darah. Sementara tersangka setelah kejadian langsung pergi melarikan diri.
"Aksi tersebut sempat disaksikan santri lain yang berada di sekitar masjid. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus pondok pesantren," tuturnya.
(dai/dai)